Inovasi Desa Terong Contoh Nyata Sukses Garaf Potensi Pariwisata

by -
Inovasi Desa Terong
Seorang wisatawan dari Singapura memanen sawi di Agrowisata Desa Terong.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Belitung saat ini telah menjelma menjadi salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Semenjak boomingnya film Laskar Pelangi beberapa tahun terakhir, pariwisata Belitung menggeliat maju pesat.

Tak hanya Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi yang menjadi destinasi andalan. Kini Belitung menyimpan banyak destinasi wisata lainnya, salah satunya berada di Desa Terong, Kecamatan Sijuk.

Siapa yang tidak tahu dengan Desa Terong saat ini. Desa Terong telah masuk dalam 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) beberapa tahun belakangan. Desa Terong menunjukkan wisata bahari serta perbukitan yang menjadi wisata andalannya.

Inovasi Desa Terong, patut diacungi jempol. Pasalnya desa ini yang sukses mengolah lahan kolong bekas tambang timah yang tidak produktif menjadi desa wisata kreatif dan populer. Inovasi Desa Terong menjadi contoh nyata desa dalam memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk membangun potensi pariwisata dan pertanian.

Hal itu tentunya, berkat adanya pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Pemerintah Desa Terong sangat jeli untuk memanfaatkan peluang sekaligus membangun komunitas masyarakat berdasarkan kearifan lokal.

Komunitas ini menjadi bagian penting di Desa Terong, karena tercipta kreasi perpaduan budaya, adat istiadat, kuliner serta kesenian di daerah mereka tinggal.

Secara geografis, Desa Terong terletak di bagian utara Pulau Belitung, sekitar 16,5 km dari kota Tanjung Pandan yang. Luas wilayah Desa Terong yakni sekitar 16.000 ha, dengan area yang meliputi lahan kolong (bekas tambang timah), lahan pertanian, perkebunan, dan pesisir pantai.

Berada pada lokasi yang sangat strategis di jalur lintasan pariwisata Tanjungpandan, Tanjung Kelayang, dan Tanjung Tinggi, menjadikan Desa Terong turut menjadi objek wisata prioritas di Kabupaten Belitung. Yang menjadi keunikannya adalah pemugaran lahan kolong bekas tambang timah yang sudah tidak produktif menjadi lahan wisata kreatif.

Selain menggunakan dana desa, tentunya kemajuan Desa Terong tidak luput dari CSR yang dikeluarkan BCA dan PLN yang secara nyata memberikan kontribusinya. Setidaknya ada 4 tempat destinasi wisata yang ada di Desa Terong.

Pertama, kawasan Air Rusa Berehun yang semula kumuh dan tidak terurus sekarang berproses menjadi lokasi wisata kuliner, tempat pemandian, serta tempat pertunjukan seni dan budaya adat Belitung. Kedua, kawasan Pesona Wisata Mangrove, menyediakan aneka kearifan lokal masyarakat bagaimana cara mencari kerang serta berburu kepiting bakau, yang saat ini masih dikembangkan.

Ketiga, kawasan Pesona Agrowisata, destinasi wisata alam perbukitan, hiking dan bumi perkemahan dengan kekuatan panorama alam sekaligus sebagai tujuan wisata edukatif untuk pelajar dengan kelompok tani agrowisata perkebunan sayur.

Keempatnya, Kawasan Pesona Wisata View Bukit Tebalu Simpor Laki yang merupakan dataran berbatu luas di puncak bukit, tempat kita dapat melihat Pulau Belitung dari atas. Serta menyediakan macam ragam tanaman langka seperti Simpor Laki.

Selain itu untuk melengkapi desa wisata, masyarakat berpartisipasi menyediakan rumah tinggal mereka sebagai homestay. Saat ini terdapat 32 homestay di Desa Terong yang menyebar di dua dusun.

Kepala Desa Terong, Suhaimi mengatakan tahun 2017 lalu, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata telah menetapkan Desa Terong sebagai Desa Wisata Kreatif.

Soft Launching Desa Terong sebagai Destinasi Wisata di Belitung telah dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata pada 19 Desember 2016 silam. Satu tahun berikutnya, Desa Terong mampu meraih peringkat delapan Desa Wisata kategori Community Based Tourism (CBT) tingkat Nasional oleh Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, program Dana Desa mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan berbagai potensi desa, khususnya melalui pembangunan sarana dan prasarana agar sumber daya alam dapat dimanfaatkan dan dikembangkan. “Terlebih saat ini sektor pariwisata memang mendapatkan perhatian lebih karena potensinya yang menjanjikan,” kata Suhaimi.

Pembangunan tersebut menunjang terbentuknya satu kawasan wisata yang terintegrasi, sehingga bisa tumbuh berkembang secara bersama-sama sekaligus mendorong pemerintah desa untuk menciptakan destinasi wisata baru.

Pembangunan yang berfokus pada sektor wisata tentu tidak cukup hanya dengan membangun atau mempercantik objeknya saja, tetapi juga perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Di sini Dana Desa juga berperan membiayai pembangunan fisik sarana pendukung sehingga pengunjung dapat berwisata dengan nyaman dan aman.

Dengan makin banyaknya pengunjung, kian banyak pula tenaga yang diperlukan atau peluang yang bisa ditangkap, sehingga meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat. (Faizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *