Inspektorat Beltim Apresiasi Kejaksaan

by -
Inspektorat Beltim Apresiasi Kejaksaan
Kepala Inspektorat Beltim Haryoso bersama Kepala Desa Baru Mislan Kadir saat melihat pembangunan kantor Desa dan BPD yang sempat terhenti sementara waktu.

Kelebihan Bayar Sudah Disetorkan
Pembangunannya Siap Dilanjutkan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kepala Inspektorat Kabupaten Beltim Haryoso mengapresiasi pendampingan desa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim yang telah berjalan. Salah satunya penyelesaian administrasi pembangunan kantor Desa dan BPD Desa Baru Kecamatan Manggar.

“Kejaksaan dengan Bupati melalui Inspektorat ada saling berkoordinasi ketika ada pengaduan masyarakat kepada APH. Mereka tidak melakukan langsung penyelidikan dan penyidikan tapi mengkoordinasikan pemeriksaan oleh APIP terlebih dahulu yaitu Inspektorat. Itu sudah ada perjanjian kerjasama. Mudah-mudahan ini terus berjalanlah kedepannya dengan baik,” ungkap Haryoso seusai mengunjungi bangunan kantor Desa dan BPD Desa Baru, Kamis (7/16) kemarin.

Terkait pembangunan kantor Desa dan BPD Desa Baru yang sempat dihentikan sementara waktu, saat ini sudah dapat dilanjutkan kembali setelah pihak Desa menyetorkan kelebihan bayar tahap pertama. Selanjutnya, dalam RKP RPJMDES Baru tahun anggaran 2020 ada Rp 500 juta untuk lanjutan tahap kedua dan RKP RPJMDES 2021 tahap ketiga sebesar Rp 500 juta.

“Saya minta kepada Desa (Baru) untuk RAB Rp 500 juta tahun 2020 ini untuk direvisi atau evaluasi menyesuaikan dengan pembangunan yang sudah ini (progres tahap pertama) biar hitungan Rp 500 juta benar-benar pas,” ujar Haryoso.

Ia juga mengingatkan agar dilakukan perbaikan administrasi organisasi pelaksanaan swakelola desa. Itupun sudah disanggupi pihak Desa dengan mematangkan persiapan pembangunan tahap selanjutnya. “Sepanjang waktunya (tahun anggaran berjalan) cukup untuk membangun ditahap kedua ini, silahkan. Kami suruh membangun itu. Tidak ada masalah lagi,” kata Haryoso.

Haryoso pun memastikan temuan pemeriksaan Inspektorat atas kelebihan bayar pembangunan tahap pertama kantor Desa dan BPD Desa Baru sudah disetor sebelum waktu 60 hari. Pihak Kejaksaan pun sudah diberitahu secara lisan dan disusul pemberitahuan tertulis sesegera mungkin.

“Kita memang perlu benar gedung dan kantor desa dan BPD Desa baru ini, jangan sampai ruangannya tidak memenuhi syarat seperti yang (ditempati) ngontrak itu. Mudah-mudahan ini berjalan dengan lancarlah dua tahun (tahap kedua dan ketiga). Kami minta pelaksanaannya di desa agar hati-hatilah. Jadi diperbaiki (kesalahan) pelaksanaan yang 2019 lalu,” tutup Haryoso.

Sementara itu, Kepala Desa Baru Mislan Kadir berterima kasih atas evaluasi dan koreksi dari Inspektorat atas pembangunan di desa mereka. Hal ini menjadikan Desa Baru lebih berhati-hati dalam pembangunan dan pengelolaan anggaran yang dikelola desa. “Terutama sekali proyek-proyek fisik yang memang jelas nampak oleh masyarakat dan dapat di evaluasi,” ujar Mislan.

Mislan pun memastikan, proses lanjutan tahap kedua dan ketiga pembangunan kantor Desa dan BPD akan dipersiapkan dengan matang berdasarkan hasil temuan yang telah diperbaiki di tahap pertama. “Selanjutnya kami juga dari desa akan senantiasa berkonsultasi dan berhati-hati dalam progres pembangunan kantor desa dan BPD,” katanya.

“Kami juga mengapresiasi Kejaksaan yang saat ini memang sebagai pendamping desa. Dengan adanya pendampingan Desa, kami akan selalu mengikuti aturan-aturan yang berlaku,” pungkas Mislan. (msi)