Instruksi Bupati Tak Berubah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Jika Melanggar Selama Ramadan, THM akan Ditindak Tegas

MANGGAR – Meski mendapatkan desakan dari berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim tetap bersikukuh tidak akan merubah instruksi Bupati yang memperbolehkan tempat hiburan malam (THM) buka selama bulan suci ramadan. Pemkab beralasan instruksi bupati nomor 51/02/V/2015 tentang penertiban kafe, karoeke, restauran, rumah makan, warung kopi dan THM, juga sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, instruksi tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berusaha.

“Intruksi kita tetap. Kita kan juga harus memberikan peluang kepada masyarakat untuk berusaha, tapi tentunya berusaha yang baik dan benar. Kalau tempat hiburan hanya sekedar buka untuk makan dan minum, bukan untuk karoeke atau minuman beralkhohol yang menggangu kekhuyukan orang beribadah, terus jam bukanya pun jelas, kan dak salah,” kata Bupati Beltim, Basuri T Purnama sesuai memimpin Rapat Dengar Pendapat antara Pemkab Beltim, Polres Beltim Forum Komunikasi Umat Bergama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Beltim, di ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (23/6) kemarin.

Namun demikian, Bupati menegaskan akan menindak tempat hiburan jika melanggar instruksi, seperti adanya indikasi praktek prostitusi, menjual miras, memutar musik, atau membuka di luar jam yang sudah disepakati. Bahkan Ia menyatakan sudah menginstruksikan Satpol PPP agar terus patroli dan mengawasi tempat hiburan yang ada.

“Makanya kita sekarang mau lihat apakah instruksi ini dijaga atau tidak, saya minta Pol PP patroli terus. Nanti malam kalau ada waktu saya juga ikut. Kalau mereka buka karoeke dan juak minuman kita tindak. Cuman masak dari 35 THM 5 bandel dan 30 baik-baik ikut instruksi, terus kita salahkan semua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Polres Beltim, Kompol, Dadang Kurniawan yang juga ikut dalam rapat, menilai isi pasal-pasal yang ada di Instruksi Bupati tersebut sudah cukup mengakomodir kepentingan berbagai pihak. Menurutnya instruksi ini sudah merupakan hal yang rutin diterbitkan setiap tahun.

“Kalau menurut kami, apa yang ada diinstruksi tersebut sudah cukup. Permasalahan ini kan sudah teragenda di seluruh Indonesia, setiap tahun dan menjadi agenda rutin,” kata Dadang.

Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dalam beribadah dan mempercayakan urusan ketertiban dan keamanan kepada pihak Kepolisian atau Satpol PP.

“Kami yakin bahwa masyarakat pelaku usaha pun pasti mengerti permasalahan-permasalahan tersebut. Yang terakhir harapan kami terhadap pelaku usaha untuk memahami dan toleransi terhadap yang menjalankan puasa sehingga semuanya berjalan lancar,” harapnya.

Disis lain, Ketua MUI Kabupaten Beltim, Suyatno Taslim juga mendukung Instruksi Bupati. Namun Ia menekankan Pemda harus tegas tegakkan Instruksi.

“Sebenarnya jika semua instruksi dijalankan dengan benar, kita setuju. Kalau langgar, tarik izinnya biar jera. Buat Instruksi itukan harus manusiawi, dan banyak pertimbangan,” kata Suyatno.

Ia juga menyesalkan pernyataan-pernyataan mengenai ketidak-setujuan terhadap Instruksi Bupati, yang membuat polemik di masyarakat dan berujung perang opini di media.

“Masalah ini jangan jadi polemik. Apa-apa diplintir, dipolitisir. Jangan seperti itu lah, gitukan tidak menyelasaikan masalah,” katanya. (feb).

Rate this article!
author

Author: