Istri Rulsi Mengaku Diteror

by -

//Dampak Tertudanya Keberangkatan 98 Calon Jamaah Umroh

TANJUNGPANDAN-Tertundanya keberangkatan 98 calon Jemaah Umroh dari Belitung ke tanah suci Mekkah Al Mukarromah, ditanggapi langsung oleh isteri Rusli, pemilik travel umroh yakni Heni. Heni mengatakan, suaminya tetap siap mencari alternatif lain. Entah akan menggantikan uang para calon jemaah umroh tersebut atau harus memberangkatkannya.

“Lebih bagusnya, tunggu saja suami saya dulu pulang dari Jakarta dalam waktu dekat ini. Nanti, dia yang akan menyelesaikan semuanya,” ucap Heni saat di hubungi BE via telepon, lalu.

Heni menuturkan, sejak adanya kejadian ini,banyak pihak-pihak melakukan teror dan ancaman bagi keluarganya melalui pesan singkat (SMS). “Biasanya pesan ancaman. Seperti saya dan anak saya akan diculik, jika tidak memberangkatkan mereka atau tidak menggantinya,” aku Heni.

Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPRD Belitung bersama pihak perwakilan Kepala Urusan Agama Kabupaten Belitung mengadakan kunjungan kerja ke Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI. Tujuannya,untuk memastikan kejelasan dasar permasalahan ketertundaan para calon jemaah umroh di Kabupaten Belitung.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Belitung Mintet mengatakan, dari hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD Belitung. Bahwa setiap agen perjalanan umroh adalah biro/agen perjalanan wisata yang telah mendapatkan izin dari pihak Kementerian Agama RI. “Selain itu, biro/agen travel tersebut harus terdaftar di kepariwisataan selama dua tahun dan sudah berpengalaman melaksanakan penyelenggaraan umroh selama tiga tahun,” ujar Mintet Senin (30/3) kemarin, di Gedung Dewan.

Mintet menjabarkan aturan perundang-undangan dengan sangat jelas. Dikatakannya, dalam UU No 13 Tahun 2008 pasal 63 Ayat 2 tentang masalah umroh. Disebutkan, biro atau agen travel yang belum memiliki izin penyelenggaraan ibadah umroh bisa dipidanakan. “Jadi, agen/biro travel yang ada di daerah, harus memiliki akte cabang dari agen/biro perjalanan yang sudah terdaftar di Kementerian Agama RI,” terang Mintet.

Sebab, kata Mintet, jika agen/biro travel terbukti ada yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin sama sekali. Maka, pihak kedutaan besar nantinya tidak akan mengeluarkan visa bagi travel yang tidak memiliki izin tersebut. “Karenanya, izin travel ini menjadi sangat penting,” singkatnya.

Lanjut dia, soal ketertundaan keberangkatan jemaah umroh yang ada di Belitung saat ini. Pihak agen/travel wajib mengurus pendaftaran sampai pada keberangkatan calon jemaah. “Artinya, ketika tidak dilaksanakan kegiatan itu (keberangkatan jemaah umroh,red). Maka, akan diberikan peringatan tertulis hingga pada pencabutan izin,” pungkasnya.(mg2)