Isyak Kritik Pemda Soal Penghargaan

by -

TANJUNGPANDAN-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie melontarkan kritik kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, pada Sidang Paripurna DPRD, Senin (21/9) kemarin. Usai seluruh fraksi menyampaikan pandangannya, Isyak menyebut pasukan Paskibraka tidak mendapat apresiasi sesuai harapan.

Saat itu pasukan paskibraka asal Belitung di Provinsi Bangka Belitung hanya mendapatkan alat-alat sekolah berupa tas ransel. Isyak menilai hadiah ini kurang pantas. “Dari adek-adek paskibraka, tadi mendapatkan bingkisan dari pemerintah daerah yang menurut saya kurang mengapresiasi yang mereka dapatkan,” kata Isyak dalam forum tersebut.

Kepala Dispora Kabupaten Belitung Rafeli menanggapi pernyataan Isyak tersebut. Ia menjelaskan paskibrak nasional diberikan laptop. “Yang pusat itu kita usahakan dapat leptop,” ujar Rafeli usai sidang paripurna.

Sementara Rafeli menyebut paskibraka provinsi mendapat alat-alat sekolah berupa tas. Nilainya sebesar Rp 400 ribu, sebanyak tujuh buah. “Tas itu harganya 400 ribu apa satunya, sebanyak tujuh buah. Itulah yang dapat kami berikan,” ujarnya.

“Kalau kemarin pak Isyak Meirobie dapat beri lebih banyak Alhamdulilah. Itu kan penghargaan dari DPR,” sambung Rafeli.

Sementara Kepala Bidang Pemuda Dispora Kabupaten Belitung Dulhadi menambahkan Dispora sudah mengupayakan memberikan penghargaan. “Kalau yang dari Jakarta (paskibraka nasional) kita beri laptop. Kalau yang provinsi itu kebijakan dari sekretariat. Kita dari dulu sampai sekarang memang tidak ada anggaran, mereka itu kan la dapat dari provinsi. Kita memang selama ini mengusulkan peserta dari kabupaten untuk mewakili baik untuk provinsi dan nasional. Sedangkan dana-dana itu ditanggung provinsi untuk penghargaan-penghargaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena sekarang ini nampaknya penghargaan sudah menjadi kewajiban, ia berjanji akan dianggarkan. “Insyaallah tahun ini dianggarkan, mudah-mudahan tim anggaran menyetujui. Ini nampaknya sudah jadi kegiatan rutin. Soalnya tahun kemarin tidak ada, satupun tidak ada,” pungkasnya. (ade)