Isyak Merasa Capek Mulut dan Capek Hati Manajemen Pengelolaan Sampah Sudah Sering Disampaikan

by -

TANJUNGPANDAN- Sebagai wakil Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, Isyak Meirobie mengaku sudah sering menyampaikan ulusan, gagasan, serta konsep manajemen pengelolaan sampah di Belitung. Bahkan hal itu pun, sudah berulang kali disampaikan dalam setiap rapat kerja, dengar pendapat maupun saat paripurna.

 

“Saya dan rekan-rekan anggota badan anggaran sering menyampaikan usulan, gagasan dan konsep terkait sistem pengelolaan sampah dan kebutuhan dalam managemen sampah tersebut.Tapi, pelaksanaannya capek mulut, capek hati,” ungkapnya menyoroti permasalahan pengelolaan sampah di Belitung yang tak kunjung usai, kepada Belitong Ekspres Kamis (18/2) kemarin.

 

Padahal kata Isyak, dengan Perda pengelolaan sampah yang sudah disahkan, seharusnya Pemerintah Daerah dapat membangun sistem persampahan dari lingkaran terdekat seperti rumah tangga.

 

Isyak mencontokkan, dengan pola pertama, tempat penampungan sementara berbanding 300 kelapa keluarga (KK). Caranya mudah, yaitu, dengan ikut pola tempat pembungan sampah (TPS) ala KPUD. Kemudian, dalam perda telah menyebutkan adanya insentif berupa kompensasi keuangan semacam tipping fee kepada kelompok masyarakat yng bisa mengolah sampah tersebut.

 

“Sehingga ini nantinya, hanya tersisa yang tidak produktif untuk diangkut oleh petugas ke TPA,” jelas politisi Partai Nasdem itu.

 

Lebih lanjut Isyak menjelaskan, mobil pengangkut juga harus dimodernisasi. Lantas, terhadap lahan warga yang dipakai untuk TPS pun, Pemda harus berikan kompensasi.

“Selain itu, termasuk sumber daya manusianya, juga perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya seiring kenaikan honor mereka.Dan khusus tempat wisata juga harus dibentuk UPTD persampahan,” pintanya. (mg1)