Isyak Soroti Ekonomi Belitung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

Pemerintah Diminta Bangun Pondasi Ekonomi yang Kuat
TANJUNGPANDAN-Lambatnya pertumbuhan ekonomi multi sektor di Kota Tanjungpandan Belitung  akan berimbas pada tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat Belitung. Dengan begitu, dipastikan akan terjadi pergeseran status dari orang rentan miskin menjadi miskin dan dari orang yang tidak miskin berpotensi miskin.
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie dalam menyikpai kondisi perekonomian Kabupaten Belitung, belakangan ini.  “Saat ini masyarakat masih bertahan dengan tabungan yang ada. Dan bisnis yang berjalan saat ini lebih terkait perdagangan jasa di sektor primer/kebutuhan utama.  Sektor lainnya sudah mengalami stagnasi, bahkan penurunan tajam,” papar Isyak Meirobie kepada BE, Selasa (10/2) kemarin di Gedung Dewan.
Politisi Partai Nasdem ini mengingatkan pihak eksekutif  Belitung akan kondisi ekonomi yang bisa menjurus ke situasi mengkhawatirkan tersebut. Jadi, lanjut dia, pemerintah daerah harus bisa membangun pondasi pengamanan ekonomi masyarakat Belitung untuk memastikan inflasi tidak meleset tinggi.
“Artinya, uang masyarakat lebih bernilai dibanding dengan harga barang yang stabil. Kebutuhan dasar seperti sembako dan lain-lain terkontrol, pendistribusiannya juga harus lancar. Sehingga, tidak ada spekulan mengambil keuntungan berlebihan,” tegas mantan anggota DPRD 2004-2009 itu.
Anggota DPRD berlatar pengusaha ini menyebutkan, pondasi pengamanan lainnya juga harus diperhatikan. Di antaranya memastikan BPJS kesehatan masyarakat bisa dijangkau masyarakat yang kurang mampu. Ini penting untuk mengurangi beban yang menekan mereka saat ini. “Termasuk memastikan biaya-biaya yang muncul di sektor pendidikan tidak muncul secara tidak patut dan tidak pantas,” tandas politisi Nasdem ini.
Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpun Belitong Ekspres Selasa (10/2) kemarin. Pertumbuhan ekonomi Belitung, khususnya Kota Tanjungpandan pada Januari 2015 mengalami inflasi tertinggi se-Sumatera dibanding kota lainnya.
Sebanyak 23 kota di wilayah Sumatera, enam kota mengalami inflasi sedangkan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 1,39 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 128,58 persen.(mg2)

banner 1200x200

Baca Juga:  Mau Beli Nasi Uduk, Kakek Tewas di Jalan
Rate this article!
Tags:
author

Author: