IUP PT Timah Tumpang Tindih

by -

*Rustam : Kewenangan Ada Dipusat
*Agung : IUP Sudah Ada dari Tahun 80-an

PANGKALPINANG – Konflik kepentingan terhadap wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan kawasan pariwisata di Babel, maupun dengan wilayah tangkap nelayan sering kali terjadi. Hal ini dilatarbelakangi adanya tumpang tindih kawasan baik pertambangan, pariwisata dan wilayah tangkap nelayan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Korporasi PT. Timah, Agung Nugroho mengatakan IUP jauh lebih lama dibandingkan dengan kawasan wisata. “IUP itu tahun 80-an sudah ada, namun namanya Kuasa penambangan (KP) atau sejak tahun 2009 menjadi Izin Usaha Penambangan (IUP)” ujarnya, Sabtu (4/6) kemarin.

Lebih lanjut Agung menegaskan, pihaknya tetap mendukung kawasan wisata di Babel. Akan tetapi dilanjutkannya sangat disayangkan jika cadangan timah tidak dimanfaatkan untuk dapat masuk ke negara.

“Harus kita dukung seperti royalti, bantuan-bantuan masyarakat sekitar, pajak-pajak lainnya, orang-orangnya bekerja di kegiatan banyak lah. Dan seperti saya katakan kalau masih ada cadangan timah kan sayang juga tidak dimanfaatkan. Kita tambang disana tidak lama dan selamanya,” tegasnya.

Sebelum dilakukan aktifitas pertambangan, Agung mengatakan, mereka terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke Pemda-pemda. “Kita adakan sosialisasi ke Pemda-pemda setempat agar nanti kalau di tambang sudah diketahui atau kalau lebih umumnya dikenal dgn RKAB,” ungkapnya.

Gubernur Babel, Rustam Effendi mengatakan pihak sedang mencari jalan atau solusi supaya semuanya bisa berjalan. Dirinya mengakui jika 90 persen IUP timah ini adalah milik PT. Timah. “Izin IUP PT. Timah ini dari pusat. Nah beberapa waktu lalu kita sudah rapat dengan Menteri Kemaritiman untuk mencari solusi. Artinya pertambangan bisa berjalan, nelayan bisa menangkap ikan, dan pariwisata bisa dikembangkan,” terangnya.

Rustam pun mendesak pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan zonasi pertambangan di laut. “Segera keluarkan zonasinya atau IUP laut ini dikeluarkan juga,’ pungkasnya.(cr2)