JA dan Berkas Diserahkan ke Kejaksaan

by -1 views

*Tersangka Kasus Prostitusi Anak

TANJUNGPANDAN- Setelah beberapa bulan mendekam di penjara, berkas  P21 tersangka kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur Juliati (JA), akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjungpandan. Berkas beserta pelaku diserahkan Kanit Peremuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Belitung Brigadir Lartha SH, ke Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, Rabu (26/8) siang kemarin. Setelah itu, berkas dan tersangka diperiksa Jaksa Penuntut Umum kejaksaan Negeri Tanjungpandan Ricky SH yang menangani kasus ini.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Ade Sholehuddin seizin Kajari Tanjungpandan Nova Elida Saragih membenarkan adanya penyerahan berkas JA. Menurutnya saat ini pelaku masih diperiksa.

“Kita masih memeriksa kelengkapan berkas tersebut. Pelaku beserta barang bukti uang Rp 500 ribu sudah diserahkan ke Kejaksaan. Pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat 2 Undang-undang Nomer 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 506 KUHP tentang Prostitusi, ancaman 15 tahun penjara” ujarnya.

Terlihat gelisah, JA saat diperiksa Jaksa Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, bahkan beberapa kali wanita ini mengaku tidak bersalah dan menyesal atas kejadian ini. wanita yang diketahui bekerja freeland di salah satu penginapan di kawasan Air Merbau itu juga menolak untuk diambil gambarnya oleh wartawan.

JA mengatakan, dirinya mengakui kalau ia memang mencarikan tamu untuk menemani kencan Amoy pada saat itu. “iya memang saya yang mencarikan. Tapi, saya tidak tahu, kalau usia Amoy masih 16 tahun. Dia mengaku ke saya, kalau usianya 19 tahun,” ujar JA dihadapan Jaksa.

Dirinya juga mengaku mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu, dari hasil makelar anak di bawah umur ini. “Lelaki ini membayar Rp 500 ribu. Rp 300 ribu untuk Amoy, Rp 100 ribu membayar hotel dan Rp 100 ribu buat saya,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan Belitong Ekspres, Selasa (30/6) kemarin, Usai sudah petualangan Julianti alias JA (36) warga Jalan Teuku Umar, untuk menjajakan prostitusi di Belitung. Sebab, mucikari yang diketahui biasanya menawarkan Pekerja Seks Komersil (PSK) khususnya anak di bawah umur, berhasil di tangkap polisi, di Penginapan Prima Jalan Air Merbau, Sabtu (27/6) malam lalu. (kin)