Jadi Pemain Hebat Harus Gibol

by -
????????????????????????????????????

*Coaching Clinic di Beltim Resmi Ditutup

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

Ketua Umum Basri Eddy Sofyan saat memberikan piagam/sertifikat kepada anak-anak usia dini, yang menandai mereka pernah mengikuti Coaching clinic .

GANTUNG – Kegiatan Coaching Clinic yang digelar Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (4/12) kemarin resmi ditutup. Acara ditutup dengan Coaching Clinic festival di lapangan Sepakbola Fita Perol Gantung, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Sekitar kurang lebih seribu orang anak usia 9 sampai 14, ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Coaching Clinic yang merupakan agenda tahunan di setiap provinsi dan kabupaten itu, dihadiri langsung Ketua umum Basri, Eddy Sofyan, ketua Tim Basri yang juga mantan pemain nasional, Zulkarnaen Lubis bersama mantan nasional lainnya, Ferry Sandria, Hermansyah dan Oumluc Junior mantan pemain asal Kamerun.

Ketua Tim Basri Zulkarnaen Lubis mengatakan, untuk menjadi seorang pemain sepakbola yang hebat, handal, dan ternama, tentunya kalian harus benar-benar Gibol alias “Gila Bola”.

“Dalam artian tiada hari tanpa bola. Apa yang sudah didapatkan ulang, ulang dan ulang diantaranya passing, keeping dan dribing,” kata dia usai Coaching Clinic Festival kepada Belitong Ekspres.

Selain itu, Zulkarnaen meminta para pemain jangan pernah melawan dengan pelatih, juga kepada Guru dan orangtua. “Kami yakin kalian bisa dan akan menjadi pemain pemain yang akan membawa nama baik daerah dan tentunya membanggakan orangtua,” katanya.

Ferry Sandria juga ikut berpesan setelah mereka meninggalkan Beltim ini, ada tiga hal yang harus dipegang dan diterapkan untuk menjadi pemain besar dan hebat. Pertama yakni soal disiplin, tanpa disiplin pemain akan bisa menjadi seorang yang hebat nantinya.

“Kedua adalah Kemauan, tanpa kemauan kita juga tak akan bisa menjadi orang besar. Dan yang ketiga adalah tanggung jawab. Dari tiga itu jika tak dijalankan, semua akan percuma,” ungkap Ferry Sandria penuh semangat.

Sama halnya dikatakan oleh Hermansyah, mantan kiper nasional Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa untuk menjadi pemain hebat harus benar benar gibol, bahwa tiada hari tanpa bola.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan oleh tim Basri ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, dan akan memotivasi kalian untuk benar-benar menjadi pemain sepakbola yang hebat, dan punya nama. Dan kalian akan mengerti arti dari sepakbola yang sangat fodemental,” ujar Hermasyah.

Sementara itu, Ketua umum Basri, Eddy Sofyan mengaku terkagum akan antusiannya anak anak Beltim untuk dunia sepakbola. Karena bukan hanya anak laki laki, bahkan mereka yang perempuan pun ramai mengikuti Coaching clinic ini.

“Ternyata masih banyak anak-anak di daerah yang gila bola, dan karena itu kami merasa mereka butuh pelatih dan motivasi untuk menjadi pemain pemain hebat. Saya melihat tadi banyak pemain pemain yang bisa diandalkan. Dan saya yakin disini ke depannya akan ada pemain pemain sepakbola yang akan bisa melambungkan nama daerah dan juga menjadi kebanggan orangtua, yakinlah itu,” papar Eddy.

Pada kesempatan itu, Eddy juga memberikan sedikit motivasi tentang sepakbola. Ia menceritakan pemain pemain besar dunia yang juga berasal dari daerah, seperti Maradona dan Ronaldo yang dari usia dini sudah gibol, di rumahnya selalu ada bola.

“Maka dari itu kalian juga harus dan bisa menjadi pemain pemain besar nantinya, Senayan utama Jakarta, itu jauh. Tapi jika kalian bisa dan berkemauan pastinya akan terasa dekat, dan buktikan nanti jika memang kalian tak percaya,” ujar Eddy memotivasi.

Bukan hanya itu, Eddy juga berpesan dan mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pengurus, dan pelatih serta anak anak didik yang sudah mengikuti Coaching clinic. Ia juga berjanji akan kembali ke Beltim, untuk kembali melihat anak-anak yang sudah pernah mengikuti coaching clinic yang digelar Basri.

Sebelum tim tekhis Basri meninggalkan lapangan dan juga Beltim, mereka juga memberikan piagam/sertifikat kepada semua anak anak, sebagai tanda bahwa mereka sudah mengikuti coaching clinic. Selain itu, kepada semua pelatih/perwakilan di seluruh Kecamatan diberikan bola kaki untuk pembinaan anak anak di setiap kecamatan se Beltim.

“Semoga apa yang sudah diberikan oleh pelatih-pelatih dari tim tekhnis Basri akan menjadi semangat anak-anak dan memotivasi mereka, untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat, handal dan ternama baik untuk tingkat nasional hingga menjadi pemain dunia, semoga,” tutup Eddy. (feb)