Jadi Pengedar, Cewek Tomboi Asal Tanjungpandan Simpan Sabu Dalam Bra

by -
Jadi Pengedar, Cewek Tomboi Asal Tanjungpandan Simpan Sabu Dalam Bra
Tim Cobra Sat Narkoba Polres Belitung saat mengintrogasi VR kemarin.

Tak Berkutik Saat Diringkus Tim Cobra

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, si cewek tomboy, Vera Febrianti (31) rela menjadi pengedar narkoba. Dan akhirnya ia pun tak berkutik saat diringkus Tim Cobra Polres Belitung, di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Senin (3/8) lalu.

Dari tangan Vera, polisi mengamankan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 4,60 gram. Saat ini wanita asal Jalan Teuku Umar, Tanjungpandan itu masih dilakukan pemeriksaan.

Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahaean mengatakan, awalnya pihak kepolisian mendapatkan informasi mengenai dugaan peredaran gelap narkoba di Belitung. Dan pengedarnya adalah seorang wanita.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, kami mencurigai seorang wanita berinisial VR (Vera). Akhirnya, kami melakukan pengintaian,” kata AKP Hutahaean, kepada sejumlah wartawan di Polres Belitung, Selasa (4/8).

Pria berdarah Batak ini menjelaskan, pada saat Tim Cobra sudah mengantongi identitas pelaku, mereka langsung melakukan pencarian. Hingga akhirnya, menemukan keberadaan Vera di Jalan Lettu Mad Daud.

“Saat melihat Vera, kita langsung datangi. Lalu kita lakukan periksaan. Hasilnya, kami mendapati tiga paket kecil sabu di bra yang dikenakan di bagian tubuh Vera,” jelasnya.

Usai mendapatkan BB tersebut, pihak kepolisian melanjutkan pemeriksaan di rumah Vera. Di tempat tersebut, Tim Cobra mendapat sejumlah barang bukti lain. Yakni sabu sebanyak enam paket kecil.

Setelah itu, Vera beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan. Seperti tes urine. Dan juga mengumpulkan sejumlah barang bukti lain. Salah satunya handphone miliknya.

“Dari hasil tes urine, Vera dinyatakan positif memakai narkoba. Total BB mulai dari penangkapan TKP pertama dan di rumah Vera, kami mengamankan sebanyak sembilan paket dengan berat 4,60 gram,” paparnya.

Hutahaean mengungkapkan, Vera mendapatkan barang haram tersebut dari Pulau Bangka. Dia menjalankan bisnis hitam ini sejak sebulan lalu. Selama berjualan, ia mengedarkan kepada sejumlah orang di Belitung.

Kepada pembeli ia menjualnya seharga Rp 1 juta perpaket. Dalam kasus ini, Vera sudah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya polisi menjeratnya dengan Pasal 114 Ayat 1 atau Pasal 112 Ayat 1 atau Pasal 127 Ayat 1 huruf a, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. Sebab dalam kasus ini, Vera diduga miliki, menguasai, menyimpan dan sebagai perantara jual beli narkotika,”pungkasnya.

Sementara itu, Vera mengakui perbuatannya. Sebelum ditangkap, dia hendak transaksi narkotika. Wanita yang tampil mirip pria ini menjelaskan, barang haram miliknya dia dapat dari sesepuh yang diketahui bernama Pak Itam dari Bangka.

“Proses transaksinya melalui lempar melempar. Saat ini, dia menunjukkan lokasi tempat narkoba yang telah ditunjukkan tempatnya oleh Pak Itam. Setelah itu saya mengambil,” aku Vera.

“Sedangkan untuk proses penjualan juga sama. Pembeli memesan, lalu saya lempar ke tempat yang telah ditentukan,” pungkasnya. (kin)