Jaksa Kejari Belitung Tahan Toni, Dititip ke Lapas Tanjungpandan

by -
Jaksa Kejari Belitung Tahan Toni, Dititip ke Lapas Tanjungpandan
Toni Irawan kordisi diborgol sebelum dibawa ke Lapas Kelas II B Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Toni Irawan (49) tersangka pengerusakan lingkungan hidup atau yang lebih dikenal dengan sebutan kasus reklamasi di kawasan Pantai Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, dalam waktu dekat akan segera disidangkan.

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, beserta Penyidik Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Direktorat Jendral (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah melimpahkan berkas dan tersangka (tahap dua), ke Kejaksaan Negeri Belitung, Kamis (18/2).

Kepala Sub Direktorat Penyidikan, Perusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan, Dirjen Gakum KLHK, Firdaus Alim Domopolii mengatakan, pihaknya bersama Kejagung RI telah menyerahkan tersangka dan barang bukti itu. “Berkas dan tersangka kita kirim ke Penuntut Umum, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan,” kata Firdaus kepada Belitong Ekspres.

Dia menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada tahun 2019 lalu. Yakni adanya dugaan reklamasi tanpa izin di kawasan Pantai Air Saga. Lalu, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan. Akhirnya menetapkan dua perusahaan korporasi PT PAN dan PT BMMI sebagai tersangka. “Dari situ kita lakukan pengembangan. Hingga akhirnya ada keterlibatan Toni. Dalam hal ini, tersangka merupakan seorang kontraktor,” terangnya.

“Dalam kasus ini Toni dijerat Pasal 98 dan 109 juncto Pasal 116 Ayat 2 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” sambung Firdaus, didampingi James Tedi, Jaksa Fungsional Jam Pidum Kejagung RI.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Belitung Suwandi membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima berkas dan terdakwa dari KLHL dan Kejagung RI. Saat ini, Toni Irawan dititipkan di Lapas Kelas II B Tanjungpandan selama 20 hari kedepan.

Setelah itu, pihaknya akan mendaftar Toni ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan untuk segera disidangkan. Sebelum dibawa ke Lapas, dia terlebih dahulu dilakukan tes kesehatan. “Dari hasil tes, tersangka dinyatakan sehat. Sehingga bisa dititipkan ke Lapas Kelas II B Tanjungpandan,” kata pria yang menjabat sebagai PLH Kajari Belitung.

Pekan Depan Putusan PT PAN

Sementara itu, untuk dua kasus koorporasi PT PAN dan PT BMMI, masih bergulir di Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Untuk PT BMMI saat ini masih pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sedangkan PT PAN, pekan depan sudah sidang putusan.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung Aulia Pradana, yang menangani kasus ini mengatakan, untuk PT PAN dengan terdakwa BI beberapa pekan lalu sudah dilakukan sidang tuntutan. Hingga tanggapan dari tuntutan tersebut.

“PT PAN kita tuntut dengan denda Rp 1,250.000.000.000 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah). Sebab terbukti melanggar Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” kata Aulia.

Menanggapi hal tuntutan jaksa, BI meminta kepada majelis hakim untuk menolak tuntutan dari JPU. Pasalnya, ia merasa tidak bersalah melanggar pasal tuntutan jaksa. Meski begitu jaksa tetap pada tuntutannya. “Sedangkan untuk PT BMMI saat ini masih dalam tahap pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” pungkasnya. (kin)