Jaksa Masih Teliti Berkas Kasus Kericuhan Tambang Ilegal Sijuk

by -
Jaksa Masih Teliti Berkas Kasus Kericuhan Tambang Ilegal Sijuk
Kajari Belitung Ali Nurudin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Proses hukum kasus bentrok dan tragedi ‘Sijuk’ masih terus berlanjut. Sebanyak 9 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 8 penambang, 1 Satpol PP dalam kasus penganiayaan dan pengerusakan saat razia dan dugaan pertambangan timah ilegal di kawasan Hutan Lindung (HL) Tanjung Siantu, Sijuk, November 2019 lalu.

Dari 8 diantaranya merupakan oknum penambang atau warga sekitar yang diduga terlibat melakukan pengeroyokan terhadap oknum Pol PP Provinsi Bangka Belitung. Mereka adalah Ma, We, An, Nu, Ga, Is, He dan In. Sedangkan untuk Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Dia adalah San. Dalam kasus ini ia diduga melakukan pengerusakan pembakaran peralatan tambang milik oknum, penambang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Ali Nurudin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan tahap penelitian sejumlah berkas perkara yang sempat menggemparkan nasional ini. Ada beberapa berkas yang dikembalikan kejaksaan ke penyidik Polres Belitung.

Yakni untuk dilengkapi beberapa kekurangan. Dijelaskan Ali, kendala yang dialami lebih ke alat bukti dan saksi-saksi. Bahkan dalam kasus ini, dia sudah memberi petunjuk kepada penyidik untuk memeriksa Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fattah.

“Sebab saat itu dia berada dan ikut langsung dalam melakukan razia. Dan akhirnya Wakil Gubernur sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, sebagai saksi dalam kasus ini,” kata Ali Nurudin kepada Belitong Ekspres, Kamis (23/7).

Saat ini, pihak kejaksaan masih menunggu dari penyidik untuk melengkapi berkas tersebut. Setelah itu jika lengkap, akan dinaikkan ke tahap dua. Penyerahan berkas dan tersangka. Dalam kasus ini, Ali menegaskan tidak main-main. Akan menaikkan perkara ini hingga ke persidangan.

“Tugas kami untuk memenuhi persyaratan, untuk dilakukan persidangan. Bukan hanya sekedar formalitas. Kami juga harus mampu membuktikan perkara yang disidangkan,” kata pria asal Cirebon, Jawa Barat ini.

Sementara Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono mengatakan, proses hukum kasus penganiyaan dan pengerusakan yang terjadi di Sijuk, tahun lalu masih terus berlanjut. Namun dia masih enggan berkomentar banyak mengenai proses hukum kasus tersebut.

“Nanti saya akan cek di Reskrim. Sejauh mana perkembangan kasus ini. Apakah ada penambahan tersangka, atau masih seperti kemarin,” kata pria asal Sragen, Jawa Tengah ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan orang yang diduga penambang di kawasan HL Tanjung Siantu Kecamatan Sijuk mengamuk memecahkan kaca-kaca mobil tim operasi Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (2/11/2019) siang. Mereka tidak terima, peralatan tambang rajuk mereka dibongkar petugas Satpol PP.

Beberapa saat kemudian, massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang, mulai menyerang personil Satpol PP yang masih kelelahan usai mengangkat peralatan tambang dari dalam mangrove. Akibatnya, puluhan petugas sempat kocar kacir berlarian di antara hutan mangrove.

Massa sempat melampiaskan kemarahannya pada Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, yang ikut serta dalam rombongan tim penertiban tambang rajuk. Dengan nada makian, Wagub sulit memberikan penjelasan kepada massa yang sudah emosi.

Petugas yang nyaris tanpa pengaman, kembali berhamburan lari ke arah hutan bakau menyelamatkan diri. Beberapa diantaranya yang tidak sempat melarikan diri, hanya bisa pasrah saat ayunan kayu menghantam tubuh mereka. (kin)