Jaksa Tidak Lakukan Banding

by -

*Atas Putusan Hukuman 4 Tahun 10 Bulan kepada KPK Gadungan

TANJUNGPANDAN-Setelah menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari atas putusan kedua terdakwa kasus penipuan dan pemerasan berkedok KPK Gadung Fachrudin Viktori alias Atup dan Nurhalal alias Andi, akhirnya Kejaksaan Negeri Tanjungpandan memberikan jawaban, Rabu (18/2) lalu.
Kejaksaan, akhirnya tidak mengajukan upaya banding dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tanjungpandan  yang menvonis kedua terdakwa dengan hukuman 4 tahun 10 bulan penjara pada sidang putusan, Rabu (11/2) lalu.
Kajari Negeri Tanjungpandan Nova Elida Saragih, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky mengatakan, pihak kejaksaan sudah memutuskan untuk tidak melakukan upaya banding. Menurut Ricky, putusan hakim tersebut sekarang sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.
Ricky menjelaskan, alasan utama kejaksaan tidak melakukan upaya banding dengan vonis tersebut. Menurut Ricky, hukuman penjara 4 tahun 10 bulan merupakan putusan yang dianggap adil, bagi kedua terdakwa.
“Hukuman tersebut, kami rasa sudah memenuhi rasa keadilan atas perbuatan yang telah mereka lalukan, yakni melangar Pasal 368 Junto 55 dan pasal 378 Junto 55,” ujar Ricky kepada Belitong Ekspres, Rabu (18/2).
Seperti yang diberitakan sebelumnya,  setelah kurang lebih empat bulan menjalani masa persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan yang dipimpin Ronald Salnovari, dan didampingi Hakim Anggota Ferdinaldo dan Andre Partogi, memvonis kedua terdakwa kasus penipuan pemerasan berkedok KPK Gadungan, Fachrudin Viktori alias Atup dan Nurhalal alias Andi dengan hukuman 4 tahun 10 bulan penjara.
Dengan keputusan tersebut, JPU Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, melakukan pikir-pikir. Pengadilan Negeri Tanjungpandan, memberikan batas waktu tujuh hari bagi kejaksaan untuk memberikan jawaban.(kin)