Jalan Ditutup, Ngadu ke DPRD

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN-Penutupan akses jalan oleh PT MAS di Dusun Ulu Desa Sijuk Kecamatan Sijuk menimbulkan gegolak di masyarakat. Pasalnya  setelah ditutup, masyarakat tak bisa lagi melewati jalan yang menuju ke arah pantai di kawasan tersebut.
Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar Komisi I DPRD Belitung bersama pihak pemerintah Kecamatan dan Desa Sijuk Kamis (29/1) kemarin. Rapat dengar pendapat ini berlangsung di Kantor DPRD Belitung dan  dihadiri oleh Camat Sijuk Abdul Hadi, Kepala Desa Sijuk Syahrizal, Ketua BPD Sijuk Susanto dan Kepala Dusun Ulu Desa Sijuk Takrani.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sijuk Syahrizal memaparkan panjang lebar persoalan yang terjadi di lapangan. Dia mengatakan sebenarnya yang terjadi di Desa Sijuk saat ini, hanya seputar permasalahan lahan yang dulunya jadi akses jalan menuju ke laut. Jalan yang masuk dalam lahan PT MAS tersebut diklaim dimiliki oleh sejumlah masyarakat. “Ini hanya masalah sepele sebenarnya. Kemudian dibesar-besarkan dan mengatasnamakan kepentingan masyarakat. Padahal, itu awalnya karena ada proses tawar menawar tanah yang belum clear harganya. Maka, dikaitkanlah dengan Desa yang memang punya perjanjian dengan pihak perusahaan,” terang Syahrizal.
Syahrizal kembali mengatakan, sebenarnya persoalan ini hanya persoalan sepele dan tidak harus di bawa ke DPRD. “Kalau saya tidak menghargai Komisi I, saya tidak akan datang. Harapannya, agar Komisi I bisa menyikapi hal ini secara arif dan bijaksana. Dan saya sudah bilang, kalo seumpama PT itu tidak benar silahkan proses sampai keranah hukum,” pintanya.
Sementara itu, Camat Sijuk Abdul Hadi Skom juga ikut mengklarifikasi. Dikatakannya, ia sesungguhnya sama sekali tidak memiliki kewenangan yang berkaitan dengan persoalan desa. Karena itu adalah kewenangan Kepala Desa. Ia menegaskan dirinya, hanya berstatus sebagai SKPD Pemerintah Kabupaten. “Saya  menginginkan agar wilayah kewenangan saya ini, bisa diperjuangkan oleh bapak-bapak di DPRD. Biar ada peran di masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:  Polres Belitung Bagikan Ratusan Takjil Gratis
Baca Juga:  Gojek Wisata Belitung Resmi Di-launching, Kolaborasi Kepariwisataan Pertama di Indonesia

Meski demikian, dirinya juga sebagai Camat sudah pernah menyarankan kepada warga masyarakat sekitar, agar persoalan itu sebaiknya di mediasi di pemerintah desa saja. “Akan tetapi, saya melihat ada sikap arogansi Ubaidillah, yang notabenenya dia hanya sebagai corong dari Pak Yusuf,” tukas Hadi.

Wakil Komisi I DPRD Belitung Junaidi Derani yang memimpin rapat tersebut menyesalkan atas ketidakhadiran perwakilan masyarakat yang pernah mengadu sebelumnya ke DPRD. “Sebetulnya ini hanya persoalan yang sepele saja. Di desa juga bisa, tidak harus di selesaikan di sini (DPRD Belitung, red). Dan, kami (Komisi I DPRD) sangat menyayangkan warga masyarakat yang sudah melapor juga tidak bisa hadir. Kesannya ini hanya penyelesaian sepihak,” kata Politisi terkenal aspiratif ini. (mg2)

Rate this article!
Tags:
author

Author: