Jamro Kembali Tak Hadiri Sidang

by -

*Jaksa Layangkan Panggilan Ketiga
*Sebagai Saksi Fakta Korupsi Alkes Basel

PANGKALPINANG – Bupati Bangka Selatan (Basel) H. Jamro kembali tidak memenuhi panggilan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kedua kalinya sebagai saksi fakta terkait kasus korupsi alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel.
“Pak Jamro tidak hadir karena jabatannya selaku Bupati yang masih ada tugas dilaksanakan, sehingga beliau minta perpanjangan waktu. Kami akan lakukan panggilan ketiga,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel, Eriyanto, kepada Radar Bangka (RB) saat di konfirmasi melalui telepon Rabu (14/4) kemarin.
Menurut Eriyanto, pemanggilan ketiga untuk Jamro sebagai saksi di Pengadilan Tipikior Babel pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang akan dilayangkan pada Jumat, 17 April 2015 mendatang.
“Kita coba layangkan panggilan ketiga yang merupakan panggilan terakhir, dan hak panggilan juga cuma tiga kali batasnya. Jika tidak datang juga kita lakukan tindakan selanjutnya berdasarkan aturan yang ada,” pungkasnya.
Maksudnya, menurut Eriyanto, tidak menutup kemungkinan Jamro akan dilakukan pemanggilan paksa. Pasalnya keterangan Jamro pada kasus tersebut sangat dibutuhkan sejauh mana pengetahuan dirinya sebagai Kepala Daerah terkait kasus korupsi dana Alkes. “Kita akan ungkapkan fakta berdasarkan hasil keterangan yang didapat dipersidangan,” jelasnya.
Terpisah, Rahmat Sanjaya, Humas PN Pangkalpinang menerangkan Jamro yang merupakan saksi fakta dan mengetahui peristiwa memang dibutuhkan keterangannya. Oleh karena itu ditegaskannya, Majelis Hakim sudah memerintahkan Kejari Basel agar Bupati dipanggil kembali.
“Tindak lanjut yang akan diambil selanjutnya merupakan tanggung jawab Kejaksaan, karena pihak pembuktiannya Jaksa. Kita juga sudah perintahkan untuk melakukan panggilan yang terakhir kepada beliau,” tandasnya. (zul)Jamro Kembali Tak Hadiri Sidang
*Jaksa Layangkan Panggilan Ketiga
*Sebagai Saksi Fakta Korupsi Alkes Basel

PANGKALPINANG – Bupati Bangka Selatan (Basel) H. Jamro kembali tidak memenuhi panggilan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kedua kalinya sebagai saksi fakta terkait kasus korupsi alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel.
“Pak Jamro tidak hadir karena jabatannya selaku Bupati yang masih ada tugas dilaksanakan, sehingga beliau minta perpanjangan waktu. Kami akan lakukan panggilan ketiga,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel, Eriyanto, kepada Radar Bangka (RB) saat di konfirmasi melalui telepon Rabu (14/4) kemarin.
Menurut Eriyanto, pemanggilan ketiga untuk Jamro sebagai saksi di Pengadilan Tipikior Babel pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang akan dilayangkan pada Jumat, 17 April 2015 mendatang.
“Kita coba layangkan panggilan ketiga yang merupakan panggilan terakhir, dan hak panggilan juga cuma tiga kali batasnya. Jika tidak datang juga kita lakukan tindakan selanjutnya berdasarkan aturan yang ada,” pungkasnya.
Maksudnya, menurut Eriyanto, tidak menutup kemungkinan Jamro akan dilakukan pemanggilan paksa. Pasalnya keterangan Jamro pada kasus tersebut sangat dibutuhkan sejauh mana pengetahuan dirinya sebagai Kepala Daerah terkait kasus korupsi dana Alkes. “Kita akan ungkapkan fakta berdasarkan hasil keterangan yang didapat dipersidangan,” jelasnya.
Terpisah, Rahmat Sanjaya, Humas PN Pangkalpinang menerangkan Jamro yang merupakan saksi fakta dan mengetahui peristiwa memang dibutuhkan keterangannya. Oleh karena itu ditegaskannya, Majelis Hakim sudah memerintahkan Kejari Basel agar Bupati dipanggil kembali.
“Tindak lanjut yang akan diambil selanjutnya merupakan tanggung jawab Kejaksaan, karena pihak pembuktiannya Jaksa. Kita juga sudah perintahkan untuk melakukan panggilan yang terakhir kepada beliau,” tandasnya. (zul)