Jangan Beli Pakaian Impor Bekas

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MANGGAR– Setelah heboh dengan apel impor yang mengandung bakteri yang berbahaya, masyarakat kembali dihimbau untuk tidak membeli dan memakai pakaian impor bekas karena diyakini mengandung bakteri yang dapat menimbulkan penyakit kulit. Untuk meminimalisir peredaran pakain impor bekas, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan melakukan pengawasan terhadap pedagang pakaian bekas khususnya impor.

“Kita terus lakukan pengawasan terhadap para pedagang pakaian bekas. Memang kalau untuk Kabupaten Beltim kami melihat tidak terlalu banyak aktivitas perdagangan pakaian impor bekas ini,” terang Kepala Disperindagkop Beltim Syahrial saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/2) kemarin.

Baca Juga:  Join Coffee, Gaya Baru Milenial di Kota 1001 Warung Kopi

Mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) ini menyatakan mayoritas pakaian impor bekas masuk ke Indonesia dari Pulau Batam Kepulauan Riau. Mayoritas Pakaian impor bekas ini juga dianggap merupakan barang ilegal, karena tidak memiliki akses izin masuk ke Indonesia dan tidak membayar pajak.

“Dulu waktu saya masih Camat Selat Nasik (Kabupaten Belitung), pakaian bekas ini banyak masuknya dari sana. Cuman sekarang tidak bisa lagi, karena pengawasan dari pihak berwajib sudah ketat. Kalau masuk lewat pelabuhan yang ada di Kabupaten Beltim juga sulit,” ungkap Syahrial.

Baca Juga:  KPU Beltim Gelar Bimtek Bagi PPK/PPS

Dalam pantauannya, di Kecamatan Manggar tercatat hanya satu penjual yang sering menjual pakain impor bekas. Saat ini Disperindagkop hanya sebatas mengawasi. Namun jika sudah mendapatkan Surat Edaran dari Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan RI, Disperindagkop baru akan menurunkan kan tim untuk menertibkan.

“Kita masih menunggu surat edaran, nanti begitu dapat kita akan lakukan sidak (inspeksi mendadak). Kita tidak bisa menindak karena ini pengecer, bukan agen atau importir. Namun kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memakai atau membeli pakaian impor bekas karena dapat menyebabkan gatal-gatal serta penyakit kulit,” pungkas Syahrial. (hms/red)

Rate this article!
Tags:
author

Author: