Jangan di Rumah, Beltim Harus Miliki Tempat Isolasi Pasien Covid-19

by -
Jangan di Rumah, Beltim Harus Miliki Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Meningkatnya penyebaran kasus positif Covid-19 di Kabupaten Beltim membuat masyarakat resah. Pasalnya, sejak awal tahun 2021 sebagian besar pasien positif Covid-19 ternyata sebelumnya telah menjalankan isolasi mandiri, serta dinyatakan sembuh dan bebas beraktifitas seperti biasa.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa menyarankan agar pemerintah (Pemkab Beltim) sebaiknya menyediakan tempat untuk isolasi bagi pasien positif.

“Kalau saya lihat di lapangan, rumahnya tak layak dijadikan tempat isolasi mandiri, ini akan bahaya. Pemerintah daerah bisa disomasi dan dituntut karena membiarkan virus ini menyebar,” ungkap Mikron saat dihubungi Belitong Ekspres, Senin (18/1) malam.

Isolasi mandiri pun kata dia, sudah ada ketentuannya dan dalam pengawasan yang ketat. Layak tidak rumahnya untuk isolasi, juga terkait limbah rumah tangga yang dihasilkan itu. Sebab, limbah infeksius masih bisa memapar ke orang lain. Jadi kesimpulannya, kata Mikron mesti dilakukan isolasi di tempat yang disediakan pemerintah.

“Rumah yang tidak layak jadi tempat isolasi akan bahaya. Maka dari itu, harus ada tempat isolasi yang disediakan pemerintah. Kalau dalam Undang-undang tentang kekarantinaan, pembiaran penyebaran virus ada pidananya pak,” tutur Mikron.

Oleh karena dia berharap di Kabupaten Beltim harus diupayakan memiliki tempat karantina, bahkan dalam jangka panjang harus memiliki PCR. Selain itu, dia berpesan agar lebih cepat Pemerintah Kabupaten Beltim melakukan swab antigen kepada pasien positif Covid-19.

“Untuk menghindari kelambatan dalam menerima hasil swab PCR, dengan Swab Antigen akan lebih cepat diketahui pasien tersebut positif atau tidak. “Dan bisa dilangsungkan karantinanya untuk yang positif antigen. Ini menurut saya sebagai langkah jangan sampai pasien berkeliaran,” pesan Mikron.

Mikron menambahkan, kalaupun selesai isolasi dalam pedoman revisi 5 tentang Covid-19, itu memang benar adanya. Dan juga telah dilakukan penelitian bahwa di hari ke 10 virus tersebut sudah tidak aktif lagi.

“Namun untuk meredakan keresahan masyarakat, pasien yang selesai isolasi tetap juga bisa dilakukan dengan Swab Antigen. Kalau hasilnya negatif bisa dikatakan sembuh, kalau positif ya dikarantina lagi,” tandas Mikron. (dny)