Jangan Lebih 4.500 Ton

by -

PANGKALPINANG-Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi mengatakan, semenjak diterapkannya pembatasan ekspor timah batangan per 1 April lalu, hingga pekan kedua ini ekspor timah batangan tercatat PT Timah mengirim 600 ton dan swasta sudah 2.300 ton.Namun Ia berharap ekspor tidak lebih dari kesepakatan.
“Semalam bea cukai menghadap saya, jumlah yang diekspor PT Timah baru 600 ton dan swasta sudah 2.300, karena ini baru minggu kedua. Saya harap jangan lebih dari 4.500,” ungkapnya, Jumat (16/4) kemarin.
Untuk mengantisipasi agar tidak ada kelebihan ekspor, Rustam berharap peran bursa lebih ditingkatkan lagi, baik untuk harga dan hambatan lainnya. “Harga bukan kewenangan kita, tapi tergantung pasar dunia, kepada bursa kita minta antisipasi ini agar dicarikan jalan keluarnya karena harga belum stabil,”ujarnya.
Belum stabilnya harga timah saat ini, menurut Rustam itu dikarenakan pengaruh ekspor, dan ini tidak hanya untuk timah saja, namun komoditi lainnya seperti, sawit dan karet.”Semua komoditi memang ada penurunan, kita harap bursa bisa antisipasi ini agar kedepan kembali membaik. Dan wacana kita membuka bursa sedang kita siapkan, semoga dalam waktu dekat dapat terlaksana,”tandasnya.
Sementara Ketua Tim Tata Kelola timah Babel, Budiman Ginting menambahkan, saat ini tim sudah bergerak mendata data berapa ton ekspor yang sudah dilakukan para eksportir. Akhir April ini tambah dia,tim tata kelola akan kembali mengadakan pertemuan untuk membahas rencana ekspor pada bulan kedua atau Mei 2015 mendatang.”Kita lihat bulan ini dulu, kalau dampaknya bagus kita kurangi lagi, kita lihat bagaimana evaluasi di bulan pertama April ini,” ujarnya.
Untuk pembatasan ekspor ini, Budiman kembali menegaskan bahwa Pemprov Babel hanya memfasilitasi, sedangka yang mengkoordinir itu perusahaan langsung. “Kita hanya mewadahi, mudah-mudahan langkah ini ada hasilnya, dan eksportir juga kita harap dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan,” pungkasnya.(eza)