Jangan Sepelekan Perlemakan Hati

by -

 

dr kristin beltimKegemukan atau obesitas sudah lama menjadi masalah kesehatan yang serius karena dapat mengancam berbagai organ vital tubuh, salah satunya adalah hati (liver). Disebut dengan gemuk bukan hanya indeks massa tubuh yang lebih dari 25 kg/m2, tetapi ada juga yang disebut dengan obesitas sentral dimana lingkar pinggang ≥ 94 cm pada pria atau ≥ 80 cm pada wanita.
Demikian dikatakan dr. Tjandra Kristiana, S.Ked, yang juga Dokter Umum di RSUD Belitung Timur. “Jika kita rajin makan dalam porsi yang banyak tetapi tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, maka kelebihan kalori dari makanan akan tersimpan sebagai lemak. Lemak inilah yang nantinya akan menyelimuti hati,’’ ujarnya.
Menurut dr Kristina, hati kita merupakan organ tubuh yang vital karena ia berfungsi memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang nantinya akan dipakai sebagai energi, memproduksi enzim, hormon, faktor-faktor pembekuan darah, mendetoksifikasi racun atau obat-obatan yang masuk ke tubuh kita, serta sebagai salah satu pembentuk sistem pertahanan tubuh. Jadi apabila hati kita “sakit” dapat dibayangkan hal buruk apa saja yang dapat terjadi.
Perlemakan hati (fatty liver) secara garis besar dibagi menjadi perlemakan hati alkoholik dan perlemakan hati non alkoholik. Sesuai dengan namanya, perlemakan hati alkoholik disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, sedangkan perlemakan hati non alkoholik disebabkan karena konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak secara berlebihan.
Dikatakan sebagai perlemakan hati apabila kandungan lemak di hati yang sebagian besar terdiri atas trigliserida melebihi 5% dari seluruh berat hati. Spektrum klinisnya bervariasi mulai dari perlemakan hati sederhana sampai pada steatohepatitis (peradangan), fibrosis (skar halus) dan sirosis (jaringan parut) hati.
Perlemakan hati umumnya tidak memiliki gejala. Seseorang baru mengetahui dirinya memiliki perlemakan hati saat melakukan tes kesehatan. Namun, terkadang keluhan seperti rasa lemah, mual, muntah, kembung, dan keluhan tidak enak dan nyeri tumpul (seperti mengganjal) di perut kanan atas dapat muncul. Sebagian lagi datang sudah dengan komplikasi sirosis seperti kuning, asites (perut membesar karena berisi cairan), perdarahan varises, atau penurunan kesadaran.
Pemeriksaan laboratorium biasanya mendapatkan peningkatan pada enzim fungsi hati yaitu SGOT, SGPT. Namun tidak jarang pula pasien datang dengan enzim fungsi hati yang normal. Peningkatan konsentrasi trigliserida (lemak darah) juga dapat ditemukan. Karena diabetes merupakan salah satu faktor risiko perlemakan hati, maka tidak jarang terdapat pula peningkatan konsentrasi gula darah. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bisa mendapatkan gambaran hati membesar (atau mengecil apabila penyakitnya sudah sampai pada tahap akhir) dan hiperekoik (hati terlihat lebih gelap). CT-scan dan MRI juga terkadang diperlukan.  Namun untuk diagnosa pastinya perlu dilakukan pemeriksaan jaringan hati melalui biopsi
Penyakit ini tidak memiliki pengobatan khusus, tujuan dari pengobatannya adalah menghilangkan penyebab dan mengontrol semua faktor resikonya. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengobati penyakit perlemakan hati:
·    Turunkan berat badan.
Penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru. Berat badan tidak boleh turun lebih dari 0.5-1 kg per minggu. Penurunan berat badan yang terlalu drastis atau fluktuasi berat badan yang bolak balik naik turun (sindrom yoyo) malah akan menambah beban kerja hati sehingga pada akhirnya dapat memicu progresivitas penyakit.
Cara menurunkan berat badan yang aman yaitu membatasi asupan kalori dan lemak yang masuk dan diimbangi dengan olahraga teratur. Olahraga yang dianjurkan yaitu yang bersifat aerobik dan minimal 30 menit sehari. Jika dengan cara tersebut di atas masih belum dapat menurunkan berat badan maka teknik pembedahan dapat ditempuh. Teknik pembedahan yang sering digunakan untuk penderita obesitas yang tidak berhasil dengan cara konvensional yaitu dengan mengurangi ukuran lambung sampai 60-80% secara permanen sehingga sensasi lapar berkurang dan akan terasa cepat kenyang.
·    Turunkan kadar trigliserida
Penurunan kadar trigliserida dapat dilakukan dengan minum obat antilipid sesuai dengan resep dokter (biasanya digunakan golongan fibrat) dan juga dengan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi misalnya makanan berlemak, kuning telur, goreng-gorengan, makanan bersantan.
·    Batasi/hindari konsumsi alkohol
Bila anda susah menghentikan kebiasaan minum alkohol, minum 1-2 gelas per hari masih diperbolehkan. Namun apabila komplikasi penyakit perlemakan hati sudah muncul sebaiknya kebiasaan minum alkohol dihentikan sama sekali untuk mencegah perburukan kondisi.
·    Kontrol kadar gula bila anda menderita diabetes
Diabetes merupakan salah satu faktor resiko kuat terjadinya perlemakan hati, oleh karena itu apabila seseorang sudah menderita diabetes dan ia memiliki perlemakan hati sebaiknya gula darah dikontrol dengan cara minum obat secara teratur, membatasi asupan kalori dan berolahraga secara teratur.
·    Konsumsi antioksidan
Berdasarkan perjalanan penyakitnya, antioksidan diduga berpotensi mencegah progresi penyakit perlemakan hati. Antioksidan yang pernah dievaluasi sebagai alternatif terapi untuk perlemakan hati antara lain vitamin E, vitamin C, betain, dan N-asetilsistein.
·    Konsumsi hepatoprotektor
Ursodeoxycholic acid (UDCA) adalah asam empedu yang memiliki banyak potensi seperti efek imunomodulator, pengaturan lipid dan perlidungan terhadap sel sehingga bermanfaat untuk menormalisasi enzim fungsi hati.
·    Hindari obat-obatan yang bersifat hepatotoksik
·    Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

Mengingat begitu besarnya pengaruh negatif dari perlemakan hati maka diharapkan melalui tulisan ini pembaca dapat memetik berbagai manfaat dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.