Jangan Usulkan Kegiatan di Luar Musrenbang

by -
Yuslih

MANGGAR – Salah satu kelemahan perencanaan pembangunan yang menjadi isu nasional adalah belum optimalnya kesediaan data yang akurat. Hal tersebut mempersulit pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyusun arah kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.

Penekanan itu disampaikan Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Beltim Tahun 2018 di Auditorium Zahari MZ, Kamis (23/3) Kemarin.

Musrenbang atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Beltim, dijadwalkan akan berlangsung selama 5 hari kerja, dari 23 Maret hingga 30 Maret 2017.

Kegiatan tahunan ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, LSM, dan organisasi media masa. Selain itu, hadir narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Untuk perencanaan pembangunan tahun 2018, seluruh usulan program dan kegiatan harus didasari dengan data-data yang akurat. Tujuannya agar kebijakanpembangunan akan tepat sasaran,” ungkap  Yuslih.

Yuslih meminta OPD mempersiapkan seluruh data yang dibutuhkan untuk pembangunan. Hal ini dilakukan agar seluruh usulan program dan kegiatan pembangunan tidak muncul secara tiba-tiba dan tidak melalui forum Musrenbang.

“Kepada seluruh OPD agar tidak mengusulkan perubahan di luar ketentuan yang berlaku guna memenuhi keinginan dan kepentingan pihak tertentu.Kami menghimbau kepada seluruh OPD untuk meningkatkan koordinasi antar bidang dan antar OPD,sehingga usulan program dan kegiatan dapat dilaksanakan secara terpadu dan sinergi,” harap Yuslih.

Menurutnya sampai saat ini Pemerintah Daerah terus melakukan penataan birokrasi untuk mewujudkan ketatapemerintahan yang baik serta pembenahan dan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar yang mendorong peningkatan produktivitas masyarakat.  Iajuga sudah menginstruksikan agar kegiatan fisik di tahun 2017 segera dilaksanakan oleh OPD agar hasil pembangunan segera dilaksanakan oleh masyarakat.

“Tahun 2018 mendatang kami berharap dapat mendorong peningkatan ketersediaan lapangan kerja dan wirausaha mandiri di bidang UMKM, sehingga sinergi oleh Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan yang hadir pada Musrenbang ini sangat diharapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Beltim, Peris Nainggolan menambahkan berdasarkan agenda prioritas pembangunan, seluruh usulan program dan kegiatan yang dihasilkan melalui musrenbang desa, musrenbang kecamatan, dan musrenbang Kabupaten nantinya dapat terakomodir secara efektif dan akhirnya dijadikan sebagai acuan kerja pemerintah kabupaten yang dituangkan dalam RKPD dengan berbagai sumber pendanaan.

“Semuanya tergantung kepada kita semua dalam memberikan masukan, memilih program serta kegiatan dengan skala prioritas daerah. Diharapkan kepada pejabat, para tokoh masyarakat dan seluruh peserta aktifagar dalam penentuan skala prioritas lebih mengedepankan kepentingan bersama, kesejahteraan,pembangunan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih nyata,” sebut Peris.

Disamping itu juga, mantan Asisten II Bupati ini berharap kepada seluruh OPD, agar dapat mengakomodir dan mengadakan klarifikasi terhadap usulan yang telah disampaikan para pengguna anggaran, tokoh masyarakat pada musrenbang desa dan musrenbang kecamatan agar tidak tereliminir. Dan, Menurutnya merupakan tupoksi OPD dapat dilaksanakan secara terpadu dan sinergi.

Sekarang inilah saatnya kalau ingin mengajukan DAK, DABA, bantuan Hibah, dan lain-lain. Setelah semuanya dibahas dan ditetapkan melalui Peraturan Bupati itu akan jadi acuan kita menyusun KUPPAS. Jadi dak bisa langsung ujug-ujug masuk pas usah dibahas,” tuntasnya. (feb)