Januari-Juni 129 Orang di PHK

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*PHK Didominasi Karyawan Sektor Pertambangan dan Perkebunan

MANGGAR – Sepanjang Januari hingga Juni tahun 2015, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) telah mencatat sebanyak 129 orang karyawan/pegawai yang di PHK dan dirumahkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Beltim, Zuryanti melalui Kepala Bidang Hubungan Industri pada Dinsosnakertrans, Suroso, Saat ditemui Belitong Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (25/6) kemarin.
“Yang sudah masuk catatan kita (Dinsosnakertrans-red) 129 orang yang di PHK dan juga di rumahkan. Dan ini lebih banyak terjadi dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Suroso menjelaskan, dari yang di PHK dan dirumahkan mereka adalah Karyawan/pegawai dari sektor pertambangan dan perkebunan.

banner 1200x200

“Kalo sektor pertambangan kebanyakan mereka saat ini dirumahkan, dengan alasan, regulasi dimana perusahaan sedang melaksanakan perbaikan/perpanjangan IUP yang dilakukan di Provinsi. Karena surat IUP tidak atau belum selesai maka perusahaan tidak beroperasi, dan kebanyakan Karyawan/pegawainya di rumahkan,” jelas Suroso.
Sedangkan untuk Karyawan/pegawai yang di PHK kebanyakan dari sektor Perkebunan. Hal ini dikarenakan masalah rasionalisasi, suatu perusahaan tidak mampu menambah lahan luasan perkebunan, dan akibatnya luas perkebunan mereka sudah tidak mencukupi.
“Misalnya, baru baru ini ada smelter timah yang merumahkan karyawan/pegawainya sebanyak 80 orang, dan mem-PHK-kan karyawan lainnya sebanyak 11 orang, dan ini sangat riskan. Jika sampai pengurusan IUP belum juga selesai, kan kasian dengan mereka,” kata Suroso.

Suroso sempat mendengar adanya kata kerinduan dari apa yang diucapkan oleh para meraka (Karyawan/pegawai-red) pada saat mereka melaporkan hal ini ke Dinsosnakertrans beberapa waktu lalu.

“Jujur saya rindu akan kata-kata yang diucapkan mereka, “Kepada siapa kami harus mengadu” kata itulah yang membuat saya merasa rindu. Kasian mereka yang sudah bekerja harus meninggalkan pekerjaannya, sementara saat ini boleh kita akui perekonomian sedang tidak seimbang. Saya juga berharap semoga semua permasalahan akan segara terselesaikan dan bisa kembali seperti waktu waktu sebelumnya,” pungkas Suroso. (feb).     

Rate this article!
author

Author: