banner 728x90

Jatah Kuota Solar Nelayan Dialihkan Sementara Dari SPDN ke AMPS Gantung

Life at ease with amazing nature| Leebong island

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Jatah kuota bahan bakar solar untuk nelayan di Kecamatan Gantung akan dialihkan sementara ke AMPS Desa Selinsing Kecamatan Gantung. Hal ini dilakukan mengingat SPDN yang biasa melayani nelayan masih dalam proses kalibrasi tangki pasca banjir, akhir Juli silam.

Selain SPDN, rencana pengalihan kuota juga didesak nelayan yang mengambil jatah di SPBN Manggar. Namun, permasalahan finansial pengelola SPBN telah teratasi setelah tunggakan kewajiban di perbankan dinyatakan selesai.

Pembahasan jatah kuota nelayan tersebut terungkap saat Pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan beberapa pihak terkait, Senin (28/8) di ruang rapat Bupati Beltim. Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza dan Wakil Bupati Beltim Burhanudin.

Rakor digelar setelah sebelumnya terjadi penghentian sementara pasokan BBM di kedua mitra Pertamina yang khusus peruntukkannya bagi nelayan. Yakni SPDN yang dikelola CV Bina Saudara Kecamatan Gantung dan SPBN PT Surya Belitung Indah Kecamatan Manggar.

Rencana semulan pengalihan SPDN ke AMPS PT Bangka Belitung Mandiri dan SPBN ke SPBU PT Sumber Cahaya Terang Sungai Manggar. Inti pembahasan rakor adalah jangan ada permasalahan saat nelayan membawa jerigen untuk mengisi bahan bakar solar.

Sebelumnya, Pemerintah daerah Kabupaten Beltim telah menerima laporan kekhawatiran nelayan jika pengambilan BBM dialihkan. Selain itu, BBM jatah nelayan yang tidak tersalurkan dapat menganggu aktifitas nelayan melaut dalam menghadapi bulan puncak produksi tangkap ikan yang dimulai bulan September.

Ada ketakutan nelayan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan antrian dengan menggunakan jerigen di APMS/SPBU. Serta terjadi miskomunikasi antara nelayan dengan pembeli lainnya jika nelayan menggunakan jerigen dalam membeli bahan bakar jenis tertentu.

Adapun aturan pelarangan antrian menggunakan jerigen dimuat berdasarkan Perpres nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan pendsrribusian dan harga jual eceran BBM. Serta Permen ESDM nomor 16 tahun 2011 tentang kegiatan penyalur (SPBU) hanya boleh menyalurkan bahan bakar premium dan minyak solar untuk pengguna akhir dan dilarang keras untuk menjual bahan bakar premium dan solar kepada jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

“Nelayan harus membawa kartu nelayan untuk mengambil bahan bakar di APMS maupun SPBU yang menerima kuota pengalihan,” ujar Bupati Beltim Yuslih Ihza saat menyampaikan keinginannya guna mengatasi masalah kuota bahan bakar untuk nelayan.

Sementara itu, perwakilan Jober Pertamina Tanjungpandan Doni Prasetya menegaskan permasalahan SPDN Bina Saudara saat ini pada tahap kalibrasi tangki untuk mengevaluasi stok. “Solar subsidi diaudit BPK, jika tidak ada kalibrasi kami kesulitan mengetahui stok akhir. Januari Februari akan di cek, berapa sisa stok sebab terkait berapa pembayaran negara kepada pertamina.

Kami harapkan proses cepat, SKPD terkait bisa mem-push up pihak Provinsi untuk mengkalibrasi,” kata Doni.

Sedangkan untuk SPBN Manggar, kendala finansial sudah teratasi sehingga pasokan jatah kuota BBM jenis solar segera normal. “Ada masalah finansial (SPBN, red) kami tidak banyak tahu. Tiba-tiba sudah bermasalah dengan bank. Tapi info terakhir sudah selesai. Kami janji akan segera diproses, BNM bisa segera diantar,” jelas Doni.

“Jika dalam kondisi seperti ini, bisa dengan kebijakan. Mohon dibantu dengan kartu nelayan. Bisa dialihkan ke APMS, mohon bisa disupport data nelayannya,” harapnya.

Mewakili DKP Kabupaten Beltim Makmuri menambahkan agar pengambilan BBM jenis solar oleh nelayan harus melampirkan PAS Kecil yang dikeluarkan Dinas Perhubungan. Hal ini guna mencegah penyelewengan BBM jenis solar bersubsidi untuk kepentingan lainnya.(msi )

Tags:
author

Author: