Jelang 17 Agustusan, Pedagang Bendera Hiasi Kota Manggar

by -

foto A fc

Salah satu pedagang bendera Acung (28), yang setiap tahun mangkal di kawasan Jalan Gajahmada Manggar, tepatnya sebelah Terminal Manggar.

MANGGAR – Dua pekan menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 tanggal 17 Agustus 2015, penjual bendera merah putih mulai menghiasi sejumlah lokasi strategis di Kota Manggar, Belitung Timur (Beltim).
Salah satunya pedagang bendera bernama Acung (28), yang setiap tahun mangkal di kawasan Jalan Gajahmada Manggar, tepatnya di samping terminal Manggar, Jumat (31/7) kemarin.  Warga asal Jawa Barat ini berharap pada tahun ini penjualan bendera meningkat dibanding tahun lalu.
“Sejak beberapa tahun sebelumnya, penjualan bendera lesu, baru mulai 2014 pembeli kembali ramai,” ungkap dia yang sudah berdagang bendera sejak 2010.
Acung, menjual bendera merah putih dari berbagai ukuran mulai paling kecil ukuran 5×10 sentimeter hingga ukuran paling besar 120 sentimeter x 180 sentimeter. Selain itu ada juga dengan ukuran bendera lainnya, seperti bendera umbul umbul.
Tidak hanya itu ia menjual bendera untuk dipasang di perkantoran dengan ukuran yang bisa dipesan sesuai kebutuhan.
“Untuk harga bervariasi yang paling murah Rp 20 ribu dan yang paling mahal Rp 400 ribu,” ujar dia.
Ia mengatakan untuk bendera dengan ukuran panjang yang dijual dan biasanya banyak dipesan oleh instansi pemerintah.
Acung menyebut pembeli biasanya berasal dari pelanggan yang sudah rutin berbelanja setiap tahun bahkan dari ada dari Kecamatan lain di Kabupaten Beltim.

“Paling banyak dari kantor pemerintah dan instansi lainnya. Kalau untuk bendera yang akan dipasang di rumah hanya sedikit,” terangnya.
Untuk keuntungan Acung mengatakan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya bisa meraih omzet yang lumayan.
“Pembeli paling ramai biasanya mulai memasuki bulan Agustus hingga mendekati hari H (17 Agunstus). Beragam mulai dari untuk kantor hingga swasta,” kata pemuda yang mengaku menjual bendera musiman.
Ia juga berharap pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan mewajibkan instansi pemerintah dan warga masyarakat memasang bendera merah putih sehingga penjualan meningkat.
Dari pantauan harian ini,  seputaran kawasan Kota Manggar, ada beberapa pedagang bendera lainya mulai menjajakan barang dagangannya. Mereka menggelar dagangan dengan mengikat bendera pada seutas tali dan direntangkan di antara satu batang kayu ke batang kayu lainnya.
Kanis warga Dusun Gunung Manggar, adalah salah seorang pembeli mengatakan, sudah langganan memesan bendera merah putih untuk rumah.
“Saya biasa beli di sini, untuk dipasang di rumah bagian depan dalam rangka menyambut HUT RI, mendatang,” pungkasnya. (feb)