Jelang Lebaran, Jumlah Sapi di Beltim Masih Kurang

by -
Jelang Lebaran, Jumlah Sapi di Beltim Masih Kurang
Kabid Peternakan, Heru Indramarta.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Jumlah sapi yang ada di kandang peternak menjelang lebaran Idul Fitri di Beltim masih kurang dari kebutuhan. Dari hasil survei yang dilakukan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pangan Beltim, rata-rata sapi yang siap dipotong sekitar belasan ekor di setiap kandang.

Kalau kita akumulasikan, semua kebutuhan Beltim selama Ramadan dan lebaran bisa mencapai 200 ekor. Kalau kita hanya melihat itu, kemungkinan kurang,” ujar Kabid Peternakan, Heru Indramarta kepada Belitong Ekspres, Rabu (28/4).

Ia melanjutkan, untuk memastikan kecukupan daging sapi di Beltim menjelang Hari Raya Idul Fitri, telah dilakukan koordinasi lintas Kabupaten yakni dengan Kabupaten Belitung. Biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan sapi juga dibeli masyarakat Beltim dari Tanjungpandan.

“Saya juga sudah berkoordinasi ke Tanjungpandan (dinas) menanyakan bagaimana stok di Tanjungpandan. Karena Beltim dan Belitung masih satu pulau biasanya kebutuhan Beltim kalau masih kurang, tetap selama di Belitung ketersediaan mencukupi masih tidak masalah. Artinya orang Beltim tetap bisa beli di Tanjungpandan,” jelas Heru.

Hal tersebut juga berlaku bagi pedagang sapi dari Beltim. Terkadang mereka tidak sepenuhnya mengandalkan stok sapi di kandang tapi langsung membeli sapi siap potong di Kecamatan Tanjungpandan, Belitung.

“Kadang-kadang peternak, kalau untuk lebaran beli sapi yang siap potong, bukan penggemukan. Jadi kalaupun mereka tidak menyetok di kandang, mereka bisa beli disana dan potong disini atau beli disana, potong disana,” kata Heru.

Heru menambahkan, berdasarkan pengecekan beberapa bulan terakhir, pedagang sapi Beltim memang membeli dan memotong langsung di RPH Tanjungpandan. Baru kemudian membawa daging siap jual ke pasar-pasar di Beltim. “Saya dapat informasi juga, sekitar Jum’at pekan lalu sudah mulai ada (sapi) yang masuk dari Madura. Masuknya memang semua dari Belitung,” ungkap Heru.

Menurutnya, kedatangan sapi dari Madura sejak beberapa tahun terakhir memang tidak lagi masuk melalui pelabuhan di Beltim. Pasalnya, pelabuhan di Beltim saat ini tidak lagi memungkinkan untuk menjadi pendaratan karena sedimentasi jalur masuk pelabuhan.

“Sapi-sapi yang dari Lampung juga sudah ada yang masuk. Saya pikir sudah lumayanlah ketersediaan stok di pulau Belitung. Sehingga Beltim tidak perlu merasa khawatir selagi stok ada, mereka bisa ngambil dari sana,” tutup Heru. (msi)