Jelang Ramadan, MUI dan Kemenag Belitung Kecam Maraknya Judi Togel

by -
Jelang Ramadan, MUI dan Kemenag Belitung Kecam Maraknya Judi Togel
Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, H. Masdar Nawawi.

Berharap Polisi Dapat Bertindak Tegas

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung merasa prihatian sekaligus mengecam maraknya aktivitas judi togel di Negeri Laskar Pelangi. Sebab aktivitas judi dikhawatirkan akan merusak akidah serta moral sebagai umat beragama.

“MUI Belitung tidak kompromi dengan segala jenis perjudian, termasuk judi togel yang marak belakangan ini. Jadi apapun bentuknya maka Islam sangat mengecamnya,” tegas Sekretaris MUI Belitung Ramansyah kepada Belitong Ekspres.

Menurut dia, aktivitas judi togel baik secara daring maupun konvensional juga dikhawatirkan akan merusakan tatanan kehidupan beragama dan kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Belitung.

Ditegaskanya lagi, Islam sangat mengecam keras dan mengharamkan segala aktivitas perjudian dalam bentuk apapun. Termasuk meminum khamr, menyembah berhala, mengundi nasib dengan anak panah dan lain sebagainya.

“Hal itu jelas telah dilarang oleh Allah SWT sebagaimana tertuang dalam Al-quran surat Al-Maidah ayat 90, maka jauhilah perbuatan tersebut agar kamu menjadi orang yang beruntung,” kata Ramansyah.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada aparat kepolisian agar dapat bertindak tegas melakukan penertiban terhadap aktivitas judi togel dan penjualan miras, terutama dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Kami harapkan aparat terkait untuk bergerak cepat sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Jangan sampai aktivitas judi togel dan penjualan miras menodai dan mengotori bulan suci Ramadhan,” tutup Ramansyah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung  H. Masdar Nawawi  juga merasa prihatin atas maraknya judi togel di Kabupaten Belitung. Sama halnya dengan MUI Belitung, Kemenag juga mengecam maraknya aktivitas judi togel.

“Kami (Kemenag Belitung) tentu sangat prihatin dengan aktivitas judil togel ini. Sebab dalam agama memang mengundi nasib itu dilarang. Dalam agama dan dalam Al Quran juga dijelaskan,” kata H Masdar kepada Belitong Ekspres, Kamis (25/3).

Masdar menyayangkan apabila uang yang digunakan untuk membeli togel. Alangkah baiknya uang dipergunakan untuk keluarga, apalagi persiapan menjelang bulan suci Ramadan ini. “Mengundi nasib itu hal dilarang, karena banyak angan-angannya,” tegasnya.

Maka dari itu, Masdar menghimbau kepada masyarakat Belitung menjelang Ramadan 1442 Hijriah memanfaatkan momen bulan suci ini, khususnya umat Islam untuk memperbaiki ibadah kepada Allah SWT.

“Momen Ramadan ini kesempatan yang baik bagi kita untuk melaksanakan hal-hal yang bermanfaat. Seperti puasa ramadhan, tarawih, dan ibadah yang lainnya, karena ibadah Ramdhan ini luar biasa balasan pahalanya,” sebutnya.

Selain itu, dia berharap di bulan Ramadan agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Alangkah baiknya melalukan hal yang sekiranya akan menambah pahala, seperti membaca Alquran dan lain-lainya.

“Harapan kita agar masyarakat memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, karena tahun depan belum tentu akan bertemu bulan Ramadan, jadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan keluarga,” terangnya. (dod)