Jerman Akan Bantu Pertambangan Beltim

by -

*Pembuatan Protap, SOP dan Reklami Tambang

foto tengah2

Basuri saat memberikan presentasi mengenai pertambangan yang ada di Beltim

MANGGAR – Pemerintah Jerman melalui Bundesanstalt für Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) atau Lembaga Pemerintah Federal Jerman untuk Geosciences dan Sumber Daya Alam, berencana memberikan bantuan terkait masalah pertambangan timah yang ada Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Bantuan konsultan berupa pembuatan protap dan Standar Operasional Procedure (SOP) pertambangan serta reklamasi lahan tambang ini rencananya kan berjalan pada pertengahan tahun ini.

Rencana pemberian bantuan dalam bidang pertambangan ini diungkapkan oleh Kepala Unit Pertambangan dan Keberlanjutan BGR, Dr. Gudrun Franken saat bertemu dengan Bupati Beltim Basuri T Purnama di Ruang Kerja Bupati Beltim, Rabu (18/3).

“We’re coming here to look for Pilot Project to support sustainable mining practice, to improve mining practice and to improve reclamation issues. Just helping, it’s just small pilot project supported by experts. But this is just appraisal mission to see who’s interested, What can we do. (Kami datang ke sini untuk melakukan Pilot Project untuk mendukung pengerjaan pertambangan yang berkelanjutan. Untuk membantu memecahkan masalah pertambangan dan masalah-masalah reklamasi. Ini hanyalah bantuan pilot project kecil yang didukung oleh para ahli. Tahap pertama ini hanya misi penilaian untuk melihat siap yang tertarik dan apa yang bisa kami kerjakan),” ungkap Gudrun.

Gudrun yang didampingi oleh koleganya Dr.-Ing Jurgen Vasters, Sekretaris Satu Kedutaan Besar Jerman Johannes Kerner, dan Direktur PT Austindo Aufwind New Energy Thomas Wagner, menyatakan Pilot Project akan segera berjalan pada tahun ini. Jika Pemerintah Kabupaten Beltim berminat, BGR yang di bawah Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi Jerman ini akan segera melakukan penandatangan perjanjian atau MoU.

“If we’ve indentified phisical project and propose the agreement. We think about we could get started for this year, hopely, InsyaAllah”. (Jika kami telah mengindentifikasi permasalahan proyek fisik dan mengajukan perjanjiannya. Kami rasa kita akan bisa mulai pada tahun ini, semoga saja Insyaallah),” ujar Gudrun.

Pemerintah Jerman menganggap permasalahan pertambangan timah yang ada di Provinsi Babel merupakan hal yang patut jadi perhatikan. Masalah isu lingkungan dari pertambangan timah menjadi perhatian, bukan hanya di Jerman namun juga masyarakat di Eropa dan dunia.
Gudrun menyebutkan, setiap tahunnya Jerman mengimport 20.000 ton timah untuk keperluan berbagai industri, namun mayoritas timah yang diimpor berasal dari negara-negara Amerika Selatan.

Bupati Beltim menyambut baik bantuan yang ditawarkan Pemerintah Jerman. Ia menyatakan akan menunggu proposal kerjasama yang akan diajukan oleh BGR.

“Dalam rangka untuk membantu masalah lingkungan, mereka akan membuat protap dan SOP. Bagaimana pertambangan yang baik, reklamasi yang baik, dan lain sebagainya. Kita dari pemerintah daerah akan welcome. Nanti mereka akan datang lagi ke sini untuk penandatangan perjanjian,” ujar Basuri.

BGR merupakan Intitusi federal Jerman untuk Geosciences dan sumber daya alam yang berfungsi untuk memberikan pertimbangan dan nasihat kepada pemerintah Jerman terkait masalah pertambangan dan isu lingkungan akibat pertambangan. Lembaga pemerintah yang berlokasi di Kota Hannover Jerman ini berkomitmen untuk pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan habitat manusia. (feb/hms)