banner 728x90

Jika Bandel, DLH Ancam Cabut Izin Lingkungan PT Alter Abadi Grup

Life at ease with amazing nature| Leebong island
Jika Memandel, DLH Ancam Cabut Izin Lingkungan PT Alter Abdi Grup

Pemanggilan DLH Kabupaten Belitung kepada PT Alter Abadi Grup untuk mendengarkan klarifikasi atas dampak debu kaolin yang mengganggu pengguna jalan di Kota Tanjupandan, Senin (7/10).

Pihak PT Alter Abadi Minta Maaf, Komitmen akan Mentaati Aturan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLH) Kabupaten Belitung mengancam bakal mencabut izin lingkungan perusahaan PT Alter Abadi Tbk Grup. Sanksi pencabutan izin lingkungan akan dikeluarkan, jika perusahaan tambang kaolin itu sampai tiga kali mengabaikan surat peringatan dari DLH.

Surat peringatan pertama sudah dilayangkan DLH sebagai bentuk sanksi karena pihak perusahaan melanggar komitmen dokumen lingkungan.

Hal itu ditegaskan Kepala DLH Kabupaten Belitung Edi Usdianto usai memanggil dan memintai keterangan pihak perusahaan PT Alter Abadi Tbk Grup, Senin (7/10) kemarin.

Pemanggilan itu untuk mendengarkan klarifikasi atas dampak debu kaolin yang mengganggu pengguna jalan di Kota Tanjupandan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, sejumlah dump truk bermuatan kaolin mengotori ruas jalan di Pusat Kota Tanjungpandan. Mulai dari Jalan Endek, Siburik Barat hingga Sriwijaya.

Bahkan jajaran Polres Belitung sempat mengamakan dua unit truk besar bermuatan kaolin tersebut, usai mendapat keluhan dari masyarakat.

“Kita sudah layangkan surat peringatan pertama dan sanksi. Ini agar mereka mentaati hasil rapat dan ketentuan dalam dokumen lingkungan,” kata Edu sapaan akrabnya kepada wartawan.

Menurut Edu, apabila pihak perusahaan PT Alter Abadi tidak mengindahkan surat peringatan pertama, maka akan dilayangkan peringatan kedua dan seterusnya.

“Apabila surat peringatan ketiga diabaikan, maka kita (DLH Belitung) berhak mencabut izin lingkungan yang mereka miliki,” tegas Edu.

Kemudian kata Edu, kesepakatan dalam berita rapat terkait debu kaolin akan disampaikan secara tertulis kepada Bupati Belitung Sahani Saleh.

“Kami berharap sanksi surat peringatan kepada pihak perusahaan PT Alter Abadi bisa ditaati. Jangan sampai terulang kembali,” harap Edu.

Edu menambahkan, sebelumnya DLH mendapat laporan dari masyarakat di Program Besadu mengenai tumpahan kaolin yang mengotori jalan.

Berdasarkan laporan tersebut, DLH kemudian melakukan aksi proses pembersihan di lapangan, dan memanggil pihak perusahaan, Senin (7/10) kemarin.

Dikatakannya, ada beberapa hal yang mereka langgar sesuai yang tertera di dokumen lingkungan. Yaitu dalam pengangkutan harus melakukan penutupan bak mobil kaolin dengan menggunakan terpal.

“Kemudian mereka juga harus menjaga kondisi mobil dalam kondisi yang bersih. Sehingga debu-debu tersebut tidak berhamburan sepanjang jalan,” tandas Edu.

Sementara itu Manager Operasional PT Alter Abadi Tbk dan Grup Hari S mengatakan, akan menjalankan komitmen dan kesepakatan hasil pertemuan di Kantor DLH Kabupaten Belitung.

Terkait tumpahan debu kaolin akibat proses pemuatan di Pelabuhan PT Pelindo II Tanjungpandan, pihaknya menyampaikan beberapa poin penjelasan.

Pertama, produk kaolin yang dimuat oleh PT Alternatif Abadi Tbk Grup di Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan adalah berupa cake atau gumpalan.

Kemudian produk kaolin tersebut dikemas dalam jumbo bag plastik sesuai standar. Proses pengangkutan juga dilakukan menggunakan dump truk dalam keadaan bak tertutup.

Menurut Hari, untuk proses pemuatan kaolin di Pelabuhan Pelindo bukan hanya dilakukan oleh PT Alter abadi Grup. Tetapi juga dilakukan oleh perusahaan lainnya dalam bentuk produk powder dan noodle.

“Dalam hal ini kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belitung. Dan juga kami berharap hal seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

(Yudiansyah / Rheza | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply