JPU Tolak Permohonan Terdakwa Narkoba

by -

*Minta Keringanan, Jaksa Tetap Pada Tuntutannya

TANJUNGPANDAN-Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, menolak permohonan keringanan tuntutan terdakwa Kasus Penyalagunaan narkoba di Belitung Kian Wui alias Kenwui. Penolakan disampaikan JPU dalam sidang yang mengagendakan pembelaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (20/1) kemarin.

Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpandan Ronald Salvovri, didampingi Hakim Anggota HJ Adriah dan Ferdinaldo. Sebelumnya, terdakwa dituntut Kejaksaan Negeri Tanjungpandan dengan hukuman tujuh tahun penjara, denda Rp 800 Juta, subsider satu bulan penjara.

Ken Wui dinilai bersalah dan terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pelaku, saat diamankan polisi kedapatan menyimpan narkoba dan hasil laboraturium BNN Belitung dan Jakarta menyatakan Ken Wui positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Anggoro SH mengatakan, atas perilaku terdakwa membuat masyarakat Belitung resah. Perbuatan pelaku melanggar program negara tentang pemberantasan narkoba.

“Hal-hal yang memberatkan, pelaku sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama. Hal-hal yang meringankan pelaku mengakui semua perbuatanny,” ujar Anggoro kepada Belitong Ekspres.

“Maka dari itu, pihak kejaksaan menuntut terdakwa dengan hukuman tujuh tahun penjara, denda Rp 800 juta atau subsider satu bulan penjara,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Ken Wui mengajukan nota pembelaan melalui lisan. Dia mengaku keberatan dengan tuntutan yang diberikan JPU. Ken Wui memohon agar jaksa meringankan hukumannya.

Atas pernyataan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan tetap kukuh pada pendiriannya. Sementara itu, sidang dilanjutkan Rabu (27/1) mendatang dengan agenda putusan. (kin)