Jual Arak, Yadi Diamankan Polisi

by -

*15 Kampil Arak Disita sebagai Barang Bukti

TANJUNGPANDAN-Sebanyak 15 Kampil arak diamankan Polres Belitung saat razia pekat (penyakit masyaraka). Puluhan kampil miras jenis arak yang diketahui milik Yadi (25) ini diamankan dikediamannya di Jalan Letjen Bambang Utoyo Kampong Parit, Senin (22/6), malam lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, pada saat itu Polres Belitung dipimpin Kabag Ops Kompol M Nizar melakukan razia pekat di Kawasan Tanjungpandan. Saat itu, petugas melakukan keliling di lokasi-lokasi yang menjadi tempat nongkrongnya anak muda.

Setelah melakukan patroli, polisi tidak menemukan pemuda yang diamankan. Razia dilanjutkan menuju ke toko-toko yang diduga menjual minuman keras. Ditempat tersebut, akhirnya polisi menemukan puluhan kampil arak yang dijual.

Mengetahui hal tersebut, Polisi langsung mengangkut puluhan kampil miras jenis arak dan pemilik toko. Setelah polisi membawanya ke Polres Belitung untuk dilakukan penyidikan dan pendataan.

Kabag Ops Polres Belitung Kompol M Nizar seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk menekan angka kriminalitas yang diakibatkan pengaruh minuman haram tersebut.

“Kegiatan ini juga untuk menekan peredaran minuman keras di Belitung, khususnya di bulan puasa. Kita akan terus melakukan razia, hingga Belitung benar-benar bersih dari minuman keras,” ujar Kabag Ops.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Belitung Brigadir Tohiruddin Sihombing seizin Kapolres Belitung mengatakan, dirinya sudah memeriksa pelaku penjual minuman keras tersebut. Menurut pengakuannya, ia sudah lama menjual minuman haram tersebut.

“Selain itu, alasan dia (Yadi,red) menjual miras tersebut di bulan puasa yakni untuk mencari keuntungan. Sebab, di bulan puasa banyak toko penjual miras tutup, makanya tersangka nekat menjual arak,” ujar Brigadir Tohir.

Ketika disinggung mengenai proses hukum tersebut, pria yang sehari-hari disapa Toing ini menjelaskan, pelaku dikenakan pasal tipiring (tindak pidana ringan). “Setelah diperiksa dan di BAP, pelaku dipulangkan. Tetapi proses hukum tetap berlanjut dipersidangan,” pungkasnya. (kin)