JWG Pemain Lama, Pol PP Beltim Sita Puluhan Liter Tuak

by -
JWG Pemain Lama, Pol PP Beltim Sita Puluhan Liter Tuak
Anggota Satpol PP Beltim mengamankan puluhan liter minuman jenis tuak di rumah warga berinisial JWG (37).

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Satpol PP Kabupaten Beltim mengamankan puluhan liter minuman jenis tuak saat pelaksanaan operasi penertiban peredaran dan penjualan Miras. Miras ini diamankan dari lokasi pembuatan tuak di rumah seorang warga berinisial JWG (37) di Dusun Seberang Desa Selinsing Kecamatan Gantung, Selasa (18/5).

Dalam operasi penertiban yang dipimpin oleh Kepala Seksi Operasional Penegakan Hukum Daerah Hardianto Wihoho Hasitepu, Satpol PP Beltim juga menggandeng jajaran Polsek Gantung serta perangkat Desa Selinsing.

Di lokasi petugas mengamankan barang bukti tuak dalam ember ukuran 20 liter dan 40 liter, tempat penyalinan air nira kosong, wadah untuk penyadapan air nira ukuran 10 liter. Selain itui, 11 buah kulit kayu Raru (bahan pembuatan tuak), kantong plastik ukuran 1 Kg untuk wadah yang akan dijual serta karet pengikat bungkus tuak.

JWG diketahui merupakan pemain lama (penjual Miras). Sebelumnya pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini juga pernah kedapatan menjual Miras yang sama beberapa waktu lalu di Kecamatan Manggar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Beltim Zikril menyatakan kasus ini merupakan pengembangan dari kasus Pesta Tuak Pelajar di Pantai Mudong Kecamatan Gantung, Sabtu (15/5) lalu. Dia menyatakan akan memproses tindak pidana ringan (Tipiring) ini hingga ke pengadilan.

“Kita minta bantuan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) yang ada agar bisa membantu menaikkan perkara ini diproses hukum hingga lanjut ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Kita akan menindak tegas,” kata Zikril.

Satpol PP sesuai arahan Bupati Beltim akan terus memberantas peredaran miras ilegal di kalangan warga terutama anak-anak. Zikril pun meminta agar masyarakat dapat membantu memberikan informasi dan data kepada petugas, terkait peredaran miras.

“Kita minta kepada produsen hentikanlah merusak generasi bangsa ini. Efeknya sangat luar biasa apalagi dicampur dengan dektro, bir hitam dan lain sebagainya. Sudah sangat mengganggu ketertiban,” tegas Zikril.

TNI/Polri Backup Pemda

Jajaran TNI khususnya Angkatan Darat menyatakan siap membantu Pemkab Beltim dalam memberantas peradaran Miras ilegal. Hal itu diungkapkan Komandan Komando Rayon Militer (Daramil) 0414-02 Manggar Mayor Inf. Djoko Lelono saat Operasi Yustisi di Desa Mengkubang Kecamatan Damar.

Djoko menyatakan sudah memerintahkan jajaran di bawahnya, para Babinsa, untuk mencari informasi lokasi dan siapa pembuat atau produsen miras baik tuak maupun arak di daerah masing-masing.

“Kalau ada yang membuat atau menjual minuman arak atau tuak ini kita tindak lanjuti. Yang jelas kita bergerak bersama dengan Polri dan aparat pemeritah terkait,” tegas Djoko kepada wartawan.

Diakui Joko penyalahgunaan minuman keras terutama di kalangan remaja sudah cukup memperihatinkan. Bahkan Dia pernah menangkap sendiri beberapa anak muda yang dalam kondisi mabuk di taman Kota Manggar.

“Malam Bulan Puasa waktu itu, mereka mabuknya dari tempat lain namun nongkrong di taman kota. Langsung saya bawa ke Koramil kita berikan hukuman disiplin,” beber Daramil 0414-02 Manggar.

Hal sama juga diungkapkan Kapolsek Manggar AKP Ulang Baehaki. Seizin Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo, Ulung mengatakan anggota Polsek Manggar berkomitmen untuk memberantas peredaran miras tersebut.

“Kita berkomitmen untuk masalah penyalahgunaan miras di kalangan remaja yang memang akhir-akhir ini lumayan banyak kita temukan di seputaran Manggar, terutama di tempat-tempat nongkrong, kayak di taman kota dan tempat umum lainnya,” tukasnya.

Ulung menyatakan dalam setiap kegiatan patroli rutin maupun operasi yustisi, pihaknya selalu mengingatkan dan memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi minuman haram itu.

“Dalam giat rutin tersebut, kita sambil menghimbau protokol kesehatan kita juga melakukan pemantauan baik penggunaan atau remaja yang mengkonsumsi minuman keras,” pungkas Kapolsek Manggar. (rel)