Kader Banteng Harus Patuhi Perintah Partai, Rudianto: Membangkang, Pecat!

by -
Rudianto Tjen
Wakil Ketua Bendahara Umum PDIP Rudianto Tjen. foto ist

 Targetkan Sapu Bersih 4 Kabupaten

belitongekspres.co.id, MENGHADAPI Pilkada serentak 2020 ini, Tanduk Banteng Moncong Putih tampaknya bakal semakin tajam. Tak hanya keluar, tapi juga ke dalam.

Tajam ke dalam, dalam artian PDI Perjuangan akan bertindak tegas bagi kader yang membangkang tidak mau menjalankan perintah partai. Dan itu sikap dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan kepada para kadernya jika menolak perintah partai untuk diusung menjadi calon kepala daerah di Pilkada 2020 mendatang.

Tidak main-main, menurut Wakil Ketua Bendahara Umum PDIP Rudianto Tjen, sanksi pencopotan dari jabatan bagi para kadernya yang saat ini menduduki kursi di legislatif.

“Kita akan kasih sanksi, kalau perlu misalnya kalau takut jabatan di kursi DPRD nya lepas, nggak mau nyalon padahal perintah (partai-red) sudah ada, ya kalau perlu dicabut jabatannya,” kata Rudianto Tjen seusai menghadiri Fit and Propertest bakal calon kepala daerah di Ballroom Hotel Sahid, Sabtu (21/12).

Anggota DPR RI ini menyebutkan, bahwa sebelumnya pada Pemilu 2015 lalu, DPP PDIP masih bisa memaklumi bagi para kadernya yang tidak bersedia mencalonkan diri menjadi peserta pemilu meskipun sudah ada keputusan (SK) dari partai.

“Kalau dulu kan masih ada kisruh, perubahan undang-undang waktu itu, itu kita masih maklumi, kalau sekarang ini kan nggak ada, kita prosesnya kan dari awal,” ujarnya.

Semenjara itu, tajam keluar, untuk Pilkada 2020 ini, PDIP menurut Rudi, menargetkan partainya dapat menyapu bersih kemenangan di empat kabupaten Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Pilkada 2020 mendatang. “Kita optimis empat-empat nya (Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung Timur-red) harus menang,” katanya.

Oleh karena itu, Anggota DPR RI ini menekankan kepada para DPC PDIP di empat kabupaten ini agar lebih serius berusaha untuk memenangkan para calon kepala daerah yang akan diusung PDIP pada Pilkada 2020 nanti. “Kita tekankan kepada pengurus partai DPC untuk serius menghadapi Pilkada di empat kabupaten ini. Ayo kita menang, kalo nggak menang, ya berani mundur aja dari sekarang, PDIP tetap injak gas,” tegasnya.

Selain itu, disampaikan dia, proses penjaringan bakal calon kepala daerah nantinya akan diseleksi secara ketat dan objektif oleh DPP PDIP. Walaupun dijelaskan dia, bakal calon yang akan diusung tersebut bukan berasal dari kader PDIP.

“Kita mencari sosok pemimpin kepala daerah yang memiliki semangat bekerja untuk rakyat, tidak masalah baik dari kader kita sendiri atau dari luar kader, tapi yang pasti mereka punya komitmen dan elektabilitasnya bagus, kita akan ambil,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, DPP PDIP memberikan keleluasaan kepada DPC untuk menentukan koalisi dengan partai lain khususnya di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung Timur yang kekurangan satu kursi.

“Masing-masing DPC kabupaten itu mencari koalisinya sendiri-sendiri, siapapun, yang cocok, silahkan jalan. Jadi kita semua menjalin komunikasi dengan partai lain, dan nanti dari komunikasi ini bisa kita lihat, mana (partai koalisi-red) yang serius, mana yang cuma basa-basi,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya menerangkan setelah tahapan ini, hasilnya akan disampaikan ke DPP. “Jadi mereka (bakal calon bupati dan wakil bupati yang mengikuti fit and proper test-red) ini lah yang akan kita sampaikan ke DPP PDIP. Insha Allah hari Senin (23/12) saya bawa ke DPP,” kata Didit.

Didit menegaskan, bagi bakal calon bupati dan wakil bupati yang tidak hadir mengikuti fit and proper test hari ini, secara otomotis dinyatakan diskualifikasi. “Tidak ada alasan, walaupun itu kader PDIP, dia tidak hadir, di diskualifikasi, yang hadir hampir 70 persen, saya belum punya data. Artinya dikala kita sudah membuka kesempatan, tiba-tiba ada yang nggak datang berarti tidak mau serius,” tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, semua bakal calon bupati dan wakil bupati yang mengikuti fit and proper test ini memiliki kesempatan yang sama, baik itu dari kader PDIP maupun diluar kader. Setelah melalui proses fit and proper test ini, dijelaskan Didit, PDIP akan melakukan survey tahap kedua pada bulan Januari dan survey ketiga pada bulan April 2020.

Kemudian lanjut Didit, baru lah PDIP akan merekomendasikan atau menentukan siapa calon bupati dan wakil bupati yang akan maju di Pilkada 2020 mendatang. “Tapi ingat ya, survey bukan bagian utama untuk menentukan, survey itu sebuah metodologi, kita akan lihat pemetaan, ada beberapa item yang menjadi kategori untuk menunjuk siapa yang akan diusung PDIP,” jelasnya.

“Karena yang dinilai oleh DPP bukan hanya hasil survey nya, tapi pemahaman terhadap sebuah ideologi Pancasila. Yang jelas kita akan menyampaikan ke DPP dua pasang calon untuk masing-masing kabupaten,” tambahnya.

Selain itu, diungkapkan Didit, PDIP kekurangan satu kursi untuk Pilkada di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung Timur. Oleh karena itu, disampaikan dia, PDIP butuh koalisi. “Saya lagi komunikasi politik karena kami kekurangan kursi satu, kami butuh koalisi, kalau Bangka Tengah sama Bangka Barat sudah clear, tinggal kami membangun komunikasi politik,” ujarnya. (jua)

Editor: Yudiansyah