Kades Air Seruk Segera Disidangkan

by -
Ilustrasi

*Berkas Beserta Tersangka Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

TANJUNGPANDAN-Dalam waktu dekat ini, Kepala Desa Air Seruk non aktif Sukardi, tersangka dugaan kasus korupsi retribusi, atau dana pengelolaan pertambangan desa, segera disidangkan. Rabu (11/1) kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, telah melimpahkan berkas beserta tersangka ke Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang.

“Hari ini (kemarin,red) berkas dan tersangka sudah kita kirim ke Pangkalpinang,” ujar Kajari Belitung Nova Elida Saragih, kepada Belitong Ekspres. Itu dilakukan, setelah Kejari Belitung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Kemungkinan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan Sukardi sudah disidangkan. Dalam mengawal kasus ini, Kejari menunjuk sejumlah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Jaksa Hasbulah, Jaksa Rudi dan Jaksa Dony Ferdiansyah.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 1 miliar. Sebelumnya diketahui Kejari, Kades Air Seruk non aktif ini menarik retribusi sejumlah uang kepada dua perusahaan pasir di Belitung, yakni CV HRB dan CV Biliton Jaya dengan nominal Rp 10 ribu permeter kubi pasir. Total dari pungutan itu mencapai Rp 1 miliar.

Atas perbuatan tersangka, Kejari Belitung menjerat Sukardi dengan Pasal 12 E Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu pihak kejaksaan juga menjerat tersangka dengan Pasal 2 dan 3 Undang-yndang Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan Tipikor.

“Pelaku (Sukardi,red) diancam dengan hukuman minimal empat tahun penjara. Selain itu, denda paling sedikit Rp 200 juta,” ungka Nova Elida Saragih, di Kantor Kejari Belitung Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, kemarin.

Sebelumnya, Sukardi ditetapkan Kejaksaan Negeri Belitung, sebagai tersangka Senin (21/11) lalu. Dia duga melakukan penarikan retribusi ke sejumlah pengusahan pasir yang memiliki izin tambang.

Setelah ditetapkan tersangka, beberapa kali Sukardi mangkir dari panggilan jaksa. Bahkan, pihak Kejaksaan Negeri Belitung menyatakan Sukardi kabur ke luar kota. Namun, pada (14/12) lalu, dia memenuhi panggilan jaksa, dan akhirnya dilakukan penahanan. (kin)