KAHMI: Memperkokoh NKRI dalam Diskusi

by -

KOBA – Dalam rangka mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kabupaten Bangka Tengah menggelar seminar.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan Senin (27/03/2017) di Gedung Diklat Pemda Bangka Tengah dengan tema “Memperkokoh NKRI Dalam Lintas Lokal”. Kegiatan seminar yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah H.Ibnu Saleh menghadirkan narasumber antara lain Wakil Bupati Bangka Tengah H.Ibnu Saleh, akademisi dari STAIN Babel Iskandar, Kapolres Bangka Tengah AKBP.Frengky Yusandhy dan Ketua KAHMI Babel Sarbini.

“Dalam konteks lokal untuk memperkokoh NKRI ini, saya mengajak berbagai pihak untuk membangun mental spritual,” kata Ibnu Saleh saat membuka kegiatan seminar tersebut.

Ia menerangkan, membangun mental spritual ini sangat penting karena dampaknya sangat besar terhadap keutuhan dan ketahanan NKRI.

“Kalau semua komponen masyarakat termasuk pemerintah sudah memiliki mental spritual, maka negara dan daerah ini lebih aman dan damai,” ulasnya.

Dalam mental spritual itu, menurut Ibnu terdapat prilaku yang berbudi pekerti atau bersikap baik, sehingga mampu menciptakan rasa kebersamaan, persatuan dan komitmen bela negara dalam bingkai NKRI.

“Sebagai aparatur negara harus bisa mencerminkan sikap yang baik dalam bekerja. Demikian juga sebagai komponen masyarakat harus mampu menunjukkan perbuatan seperti itu. Demikian juga dengan aparat hukum,” ungkapnya.

Ia mengatakan, satu hal yang harus menjadi perhatian penting bahwa negara ini dirikan dengan semangat perbedaan, semangat kebersamaan dan semangat kemajemukan.

“Memperkokoh NKRI harus kembali kepada UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Karena negara ini dibangun dari semua unsur masyarakat dari berbagai etnis, suku dan agama,” ujarnya.

Sementara Ketua KAHMI Bangka Tengah, Muhammad Tamimi mengatakan kegiatan seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk sebuah pencerahan dan membangun komitmen bersama dalam memperkokoh NKRI.

“Kami mengundang sejumlah organisasi masyarakat, termasuk tokoh lintas agama untuk berbicara dan mengeluarkan pemikiran konstruktif tentang NKRI,” ujarnya.

Diungkapkannya, masyarakat Bangka Tengah terdiri dari masyarakat yang majemuk, yaitu terdiri berbagai agama, ras dan suku.

“Masyarakat dari berbagai etnis sudah hidup berdampingan dengan damai sejak lama, tidak ada konflik antar etnis dan agama. Atas dasar itu kami menggelar seminar dengan tema ‘Memperkokoh NKRI Dalam Lintas Lokal’ ini, ucapnya. (red)