Kajati: Jangan Takut Jadi Panitia Proyek?

by -

PANGKALPINANG– Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kajati Babel), Happy Hadiastuty, menyatakan tak ada alasan bagi para pegawai negeri sipil (PNS) takut menjadi panitia proyek pemerintah. Takut itu sendiri  dipicu akan terjerat  perkara-perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang sedang gencar disidik oleh Kejaksaan Tinggi selama ini.

“Takut nantinya kalau jadi panitia proyek dicari-cari kesalahanya oleh jaksa itu sudah tidak zamannya lagi. Saya menjamin PNS aman selama memang tidak ada kerugian negara, artinya proyeknya dijalankan dengan baik,” kata Happy.

Menjadi seorang PNS kata Happy adalah pelayanan masyarakat. Menjadi panitia dalam proyek pemerintah menurutnya sangat baik demi membangun daerah. “Tetapi ya amanah, jangan berlomba-lomba jadi panitia tetapi niatnya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Bilamana (jadi panitia proyek.red)  hanya untuk  memperkaya diri sendiri, keluarga dan orang lain pasti nantinya kena batunya,” ujar Happy.

Happy mengaku Babel sangat membutuhkan pembangunan-pembangunan seperti infrastruktur yang baik dan berkualitas. Sementara yang ada saat ini banyak infrastruktur yang pembangunannya jauh dari kualitas baik. “Kita berharap infrastruktur terutama fisik agar dibangun sebaik-baiknya dan berkualitas demi kepentingan bersama. Jangan jadikan hanya sekedar proyek-proyekan, kasihan masyarakat karena kualitasnya rendah,” ingatnya lagi.

Happy berharap mulai saat ini kebiasaan buruk yang ingin mengeruk keuntungan pribadi dalam proyek-proyek  dihentikan. Perubahan itu harus dimulai saat ini dan jangan sampai terus berlarut-larut. “Hilangkan kebiasaan buruk itu saatnya kita merubah mental kita. Kebiasaan lama yang ingin menguntungkan diri pribadi harus dihilangkan, mari kita membangun daerah ini demi kepentingan masyarakat luas,” ajaknya.

Jika sampai tak kunjung berubah dipastikan cepat atau lambat terendus juga atas adanya kerugian negara itu. “Kalau sampai ada kerugian negara memang bisa jadi saat ini tak terendus karena coba main mata dengan jaksa. Tetapi setelah jaksanya pindah, diganti dengan orang lain bisa diperiksa juga. Memang tidak di zaman saya saat ini, tetapi pengganti saya bisa jadi memeriksanya,” ujarnya.(eza)