Kakak Beradik ini Juara MTQ

by -
utama-edisi-25-maret-2017-juara-MTQ
Windiya Januarita Imelda dan Muhamad Riski bersama ayah tercinta, usai menerima piala.

TANJUNGPANDAN-Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin itu lah kata yang tepat untuk Windiya Januarita Imelda dan Muhamad Riski. Kedua kakak beradik ini berhasil meriah juara pertama pada MTQ tingkat Kecamatan Tanjungpadan 2017, Kamis (23/3) kemarin malam. Mereka memperoleh ilmu tilawah Alqur’an dan Hafizh Alqur’an dari kedua orangtuanya.

“Alhamdulillah bakat yang kami miliki bisa diteruskan oleh mereka. Kebetulan sekarang ini, saya juga guru mengajar ngaji di Pondok Pesantren Fathurrahman dan ibunya dulu seorang qoriah. Jadi disamping membimbing mereka berdua, saya juga mengajar untuk anak-anak orang lain,” kata Aswin, ayah Windiya Januarita Imelda dan Muhamad Riski saat ditemui Belitong Ekspres, Kamis (23/3) kemarin malam.

Sementara itu, Muhamad Riski tak pernah menyangka, MTQ tingkat Kecamatan Tanjungpadan 2017 ini bakal kembali mendapatkan juara. “Alhamdulillah malam ini saya masih diberi kesempatan untuk mendapat juara. Sebelum pengumuman tadi sempat merasa deg-deg kan, kira- kira mendapat juara I,II, III,” ujarnya.

Lantas untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten mendatang, ia akan terus berlatih serta mengasah kemampuannya bersama kedua orang tuanya. “Setelah ini saya akan kembali melanjutkan menghafal (Al – Qur’an). Mudah-mudahan MTQ Kabupaten, nanti juga bisa juara,” tutur pria yang bercita-cita ingin menjadi guru ini.

Lanjut Aswin, potensi yang dimliki kedua anaknya, sudah terlihat beberapa tahun lalu. Bahkan keduanya juga pernah ikut mewakili Kabupaten Belitung dalam MTQ tingkat Provinsi pada pegelaran tahun 2016 kemarin.

“Yang pasti sebagai orangtua, kita harus tahu metode apa yang harus diterapkan untuk anak-anak zaman sekarang. Kalau anak-anak kita memiliki bakat, tetapi kita tidak punya metode yang baik untuk mengajari mereka, juga tidak akan bisa. Jadi semua itu tergantung dari kita sebetulnya,” ungkapnya.

Aswin berharap kedepannya anak-anak yang memiliki bakat dan prestasi di Bidang agama ini, lebih diperhatikan. Apalagi cukup banyak anak-anak Belitung yang memiliki bakat tersebut.

“Mudah-mudahan mereka-mereka ini nantinya bisa lebih diperhatikan. Sayang rasanya,apabila ada orang yang memiliki potensi, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Dan kesejahteraannya juga tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah. Misalnya Qori dan qoriah angkatan saya dulu,” pesannya.(i1s)