Kalau di Belitung Shalat Jumat Masih Diperbolehkan, Tetapi Ada Syaratnya

by -
Kalau di Belitung Shalat Jumat Masih Diperbolehkan, Tetapi Ada Syaratnya
FKUB Kabupaten Belitung saat mendeklarasikan kesepakatan tentang pelaksanaan ibadah dan perayaan hari besar, Rabu (1/4). (ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Shalat berjamaah dan Shalat Jumat tetap diperbolehkan di masjid. Asal menjaga jarak shaf, serta menggunakan masker ketika hendak beribadah. Selain itu, pihak masjid harus menyediakan sabun cuci tangan.

Hal tersebut telah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di ruang Sidang Pemda Belitung pada Rabu (1/4) lalu.

Namun, Perayaan Idul Fitri tahun ini dipastikan tidak seramai tahun lalu. Sebab, warga Belitung yang berada di luar untuk sementara dihimbau tidak pulang ke Negeri Laskar Pelangi, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ketua FKUB Kabupaten Belitung H Ramansyah mengatakan, selain Idul Fitri sejumlah kegiatan perayaan hari besar telah disepakati untuk tidak digelar ramai-ramai. Namun tetap dilaksanakan secara sederhana.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung menjelaskan, hal tersebut dilakukan dalam upaya memerangi Covid-19. Apalagi di Belitung sudah ada yang positif.

“Semua umat beragama harus bersama-sama, mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19, yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” kata H Ramansyah kepada Belitong Ekspres.

Ketika disinggung mengenai masalah salat berjamaah dan Jumatan, kata Ramansyah masih tetap diperbolehkan. Namun ada beberapa hal peralatan yang harus disediakan. Seperti sabun, masker dan penataan shaf.

“Kami juga berharap kepada masyarakat (Umat Beragama) agar mengikuti fatwa, yang dikeluarkan oleh majelis agama masing-masing,” pungkas Ramansyah. (kin/dod)

Editor: Yudiansyah

Berikut isi kesepatakan yang dibuat:

1. Semua Umat Beragama harus bersama-sama melakukan atau mengikuti Protokol Kesehatan penanganan Covid-19 yang telah dikeluarkan Pemerintah.

2. Agar semua pengurus rumah Ibadah dapat segera dan sesering mungkin membersihkan rumah ibadah dan pelaksanaannya berkoordinasi dengan puskesma atau dinas kesehatan kabupaten Belitung.

3. Menghimbau Supaya Perayaan Hari Besar Keagamaan untuk dilakukan secara sederhana, cukup dengan keluarga inti.

4. Untuk masyarakat Belitung yang berdomisili di luar daerah agar merayakan hari besar keagamaan di tempat domisili masing-masing dan tidak perlu pulang ke Belitung sampai dengan kondisi normal.

5. Dalam melakukan ibadah keagamaan diharapkan tidak ada pengumpulan massa dab dianjurkan untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

6. Agar para umat beragama mengikuti Fatwa yang dikeluarkan oleh majelis agama masing-masing.