Kampanye Bukan Ajang Memecah-Belah

by -

*Koko Ajak Masyarakat Cinta Damai dan Tidak Mudah Terprovokasi

MANGGAR – Walapun pasangan calon belum ditetapkan oleh KPUD Belitung Timur (Beltim), namun hiruk pikuk Pilkada Beltim sudah mulai terasa di beberapa wilayah baik desa maupun kecamatan. Tentu hal ini merupakan bagian dari dinamika politik yang tidak dapat terelakkan pada saat moment Pilkada. Namun hal yang lebih penting adalah bagaimana masing-masing pendukung bisa saling menjaga persatuan dan kesatuan yang telah terbina di Beltim.

Dalam setiap pilkada yang pernah dilaksanakan, situasi di Beltim relatif stabil tanpa ada gesekan-gesekan yang berarti. Hal ini dipertegas oleh anggota Komisi I, Koko Haryanto, S.IP. yang membidangi Ketertiban masyarakat.

Ditemui harian ini, Jumat (7/8) pekan lalu, di tengah-tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD, Koko mengatakan bahwa moment Pilkada jangan sampai membuat kabupaten ini terpecah belah. Misalnya dengan berbagai macam isue yang tidak jelas bahkan cenderung mengadu domba yang menimbukan kebencian.

“Sebagai wakil rakyat yang bekerja untuk mengawasi ketertiban umum. Kami merasa perlu mengajak masyarakat, apapun pilihan politiknya jangan membuat pertikaian dan konflik selama masa kampanye berlangsung. Jadilah masyarakat yang cinta perdamaian, tidak mudah terprovokasi yang pada akhirnya memecah belah persatuan kita,” ungkap Koko.

Koko menyampaikan hal ini mengingat saat ini, masa kampanye dalam Pilkada relatif sangat panjang dari tanggal 27 agustus hingga 5 Desember. Sehingga potensi konflik sudah harus dipetakan, walaupun kecil, namun sudah harus diantisipasi sedini mungkin.

“Potensi konflik tetap ada pada setiap pilkada, namun hal ini jangan dibesar-besarkan, ikutilah aturan yang ada agar semua berjalan dengan lancar dan aman,” ujatnya.

Ia juga menghimbau dan mengingatkan agar Panitia penyelenggara yaitu KPUD dan panitia pengawasan dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, perlakukan semua kontestan dengan adil dan bijaksana dengan berpedoman pada hukum dan aturan serta bicarakan setiap ada masalah dengan musyawarah bersama pihak-pihak terkait.

‎”Saya yakin dan percaya, penyelenggara dan pengawas dapat bekerja dengan baik dan adil karena hal itu bagian dari suksesnya penyelenggaraan Pilkada. Apalagi dalam masa kampanye, Panwas harus benar-benar bekerja ekstra, setiap pelanggaran harus ditindak dengan seadil-adilnya dengan berpijak pada aturan. Nmun ada baiknya Panwas melakukan pencegahan dini sebelum potensi pelanggaran itu terjadi,” tutup Koko. (feb)