Kampanye Hitam Menimpa Berlian

by -

* Lewat SMS Propaganda untuk Kacaukan Acara Kampanye Paslon Nomor 1

MANGGAR-Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Belitung Timur (Pilkada Beltim) Serentak 9 Desember 2015, situasi politik memanas. Isu yang disebarkan sejumlah pihak tak bertanggungjawab menjadikan konstelasi politik semakin kental akan terjadinya persaingan politik antar pasangan calon (paslon). Kasus yang muncul belakangan mengarah ke kampanye hitam (black campaign).

Bahkan Ketua Tim Kampanye Berlian (Bersama Yuslih-Aan) dari nomor urut 1, Koko Haryanto menyatakan, tindakan tidak sportif menjelang kampanye akbar dinilai telah mengganggu proses demokrasi yang sedang berjalan di Kabupaten Beltim.

“‎Menjelang Kampanye Akbar, Berlian di-black campaign (kampanye hitam,Red) lewat SMS INFO BERL1AN. Hadiri Rapat Akbar & Sembako Gratis oleh Yusril, Prabowo & ARB pd Sabtu (5/12/15) di Lap. Bola Yagor Mgr jam 14.00. Yuslih-Aan No.1 Pasti Menang!,” tulis Koko melalui pesan yang dikirimkan ke Belitong Ekspres, Rabu (2/12), kemarin.

“Saya melihat upaya yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab patut kita ungkap di sini. Sehingga masyarakat tidak terprovokasi oleh propaganda yang merusak tatanan demokrasi kita,” sambung Koko.

Koko mempertegas bahwa materi yang ada di dalam sms itu dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif menjelang rapat akbar pasangan Berlian nanti. Dia mengkhawatirkan masyarakat berharap adanya pembagian sembako dalam kampanye akbar tersebut. Padahal, tidaklah demikian yang terjadi dan bakal direncanakan pada kegiatan tersebut. Seolah-olah diarahkan ke tindakan “money politics” yang bisa dianggap melanggar aturan.

 

“Sekali lagi kami tegaskan, tidak agenda pembagian sembako dalam kampanye terbuka. Ini adalah ulah oknum yang tak bertanggung jawab yang ingin merusak kampanye Berlian,” tegasnya kembali.

Lebih jauh, Koko menilai hal ini adalah bentuk kepanikan pihak lain setelah melihat tren positif masyarakat Belitung Timur sejak masa kampanye untuk memberikan dukungan ke pasangan Berlian. Apalagi, berdasarkan data dari internal tim kampanye, kepercayaan kepada paslon nomor satu ini cenderung meningkat. Jadi, ini diduga dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendeskreditkan paslon nomor 1.

“Kita lebih baik berkompetisi secara sehat, sampaikan gagasan secara langsung melalui kegiatan dialogis. Jangan menjadi oknum pengecut yang berorasi lewat sms, ini tidak memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Beltim,” sindir Koko.

Ia melanjutkan, SMA propaganda merupakan sikap yang tidak dewasa dalam berpolitik. Masyarakat Beltim sudah cerdas dan tidak mungkin dibodoh-bodohi.

“Kita ingin Pilkada kali ini Belitung Timur lebih berkah, cara-cara kotor jangan dijadikan kebiasaan dalam berpolitik. Kampanye akbar merupakan hak setiap pasangan, jangan sesekali menodai hak pihak lain, berkompetisilah secara bijak dan fair bila ingin Beltim maju,” tutup koko. (feb)