Kantor Imigrasi Tanjungpandan Gelar APOA

by -
belitung-edisi-23-maret-2017
Foto bersama usai sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Rabu (22/3) kemarin di Graha Resto Tanjungpandan.

TANJUNGPANDAN – Kementrian Hukum dan Ham RI melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Imigrasi Tanjungpandan Belitung menggelar Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Rabu (22/3) kemarin di Graha Resto Tanjungpandan.  Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Inteldakinsarkomkim Kanwil Kemenkumham Babel, Widi Handoko SH MH, Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpandan, Eddy Erawan, Ketua PWRI, sejumlah Perwakilan pihak Hotel di Kabupaten Belitung dan perwakilan dari Kecamatan se Kabupaten Belitung beserta tamu undangan lainya.

Widi Handoko dalam paparanya mengatakan, ada beberapa isu aktual seperti berlakunya MAE, berlakunya bebas VISA kunjungan terhadap 169 negara sesuai Perpres 21/20/2016, serta kewaspadaan negara terhadap berkembangnya paham radikal yang di sebarkan WNA maupun WNI saat tinggal dan berkegiatan di dalam wilayah negara.  “Untuk itu aplikasi pelaporan orang asing atau APOA wajib bagi para hotel untuk melaporkan keberadaan orang asing tersebut kepada Imigrasi melalui aplikasi tersebut,” ujarnya.

Dijelaskanya, ada beberapa bidang profisi yang telah di sepakati dalam MAE. Ada beberapa tantangan penegak hukum di dalam era MEA ini diantaranya, perdagangan narkotika, penyelundupan manusia, teririsme, serta pengaruh budaya yang dibawa orang asing seperti LGBT.  “Belitung merupakan daerah yang strategis bisa saja mereka mengunakan perahu masyarakat untuk masuk kesini oleh sebab itu saya sarankan jika ada hal yang mencurigakan segera memberitahu kepada pihak imigrasi,” ajaknya.

Kata Widi Handoko, ada denda bagi orang asing yang melakukan pelanggaran yang sekarang ini sedang pada proses penyususnan. Lantas, denda yang paling berat yang akan diterima jiga melanggar yaitu masalah narkotika.   “Tidak semua daerah baik pelabuhan dan bandar udaranya bebas visa namun daerah Belitung merupakan salah satu daerah yang bebas visa bagi wisatawan untuk bandar udaranya,”ungkapnya.

Oleh sebab itu, kembali dia mengajak masyarakat terutama pihak hotel yang mengetahui keberadaan orang asing yang mencurigakan untuk melapor dan memberitahu kepada pihak imigrasi sehingga bisa ditindak lanjuti.  “Hotel-hotel yang berpenghuni orang asing yang ada disana wajib untuk melaporkan keberadaanya kepada pihak imigrasi setempat. Sebab, itu ada sangsinya sesuai Undang-Undang ke Imigrasian No 6 Tahun 2011 pasal 17 dan 124,” tandasnya.

belitung-edisi-23-maret-2017-(2)
Kepala Imigrasi Tanjungpandan saat menyampaikan materi.

Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpandan Eddy Erawan mengatakan, selain hotel, penginapan maupun Home stay juga wajip melaporkan keberadaan orang asing selama mereka berada disana atau akan menginap di sana.  “Jadi bagi yang belum daftar saya sarankan untuk segera mengaktifkan aplikasi ini guna melaporkan keberadaannya jadi, apload sisitemnya minta imigrasi untuk memandu caranya sehingga pelaporanya akan lebih cepat,” ajaknya.

Kata Pria yang akrap sipa Eddy ini, dengan begitu pelapor tidak perlu datang ke kantor imigrasi cukup melaporkan lewat sistem APOA ini sehingga, akan memudahkan pihak imigrasi untuk mengecak keberadaannya begitu juga dengan pihak pelapor.
“Apa bila ada laporan baik dari hotel, penginapan ataupun perorangan akan lebih cepat untuk diketahui keberadaan orang asing tersebut” katanya.

Lanjutnya mengatakan, Kalau memang ada pelanggara izin tinggal ada tindakan administrasi dan portisia. Lantas, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi baik kepada Pemerintahan Kabupaten, kejaksaan dan kepolisian yang ada di belitung dan belitung timur.  “Mohon untuk segera melakukan aplikasi APOA ini dengan demikian akan memudahkan pihak imigrasi maupun pihak pelapor sendiri untuk kebaikan kita bersama-sama, lebih cepat lebih baik” pintanya.(rez)