Kanwilkumham Periksa Obat Ilegal WNA

by -

* 3 WNA Akan di Deportasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kumham) Babel bersama staf mendatangi Rumah Detensi Imigrasi guna memeriksa obat yang diperjualbelikan oleh 3 WNA asal China yang diduga ilegal. Foto : Adhitya/rb
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kumham) Babel bersama staf mendatangi Rumah Detensi Imigrasi guna memeriksa obat yang diperjualbelikan oleh 3 WNA asal China yang diduga ilegal.

PANGKALPINANG – Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Babel, Bambang Palasara menegaskan akan melakukan pemeriksaan terhadap obat ilegal yang diperdagangkan oleh 3 Warga Negara Asing (WNA) asal China, beberapa waktu lalu.
Bambang memastikan ketiga WNA yang ditangkap tersebut akan diproses sesuai aturan keimigrasian. Nasib Liu Chaoxiang, Jiang Zhengfeng dan Tang Shudong, bakal dideportasi ke negara asalnya.
Namun Kanwilkumham melalui Kantor Imigrasi akan melakukan pemeriksaan terhadap obat tersebut dengan menggandeng Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan obat-obatan yang dimiliki ketiganya tidak berbahaya, apalagi mengandung narkoba.
“Setelah pemeriksaan secara intensif barulah dideportasi ke negara asalnya. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap bahan-bahan obat yang dipergunakan untuk kegiatan praktik itu ke pihak BPOM. Kita ingin pastikan obat itu berbahaya atau tidak. Hal ini akan kita telusuri,” ujar Bambang Palasara saat meninjau ketiga WNA di Rumah Detensi Imigrasi, Rabu (27/4)-kemarin, didampingi Kadiv Imigrasi Kemenkum & HAM Babel, Teguh Prayitno.
Rencana pemeriksaan tersebut karena salah seorang dari tiga WNA itu kedapatan menggelar praktek pengobatan di wilayah Kota Pangkalpinang. Jenis bahan obat-obatan itu dikhawatirkan mengandung bahan kimia yang dianggap berbahaya. “Kita belum tahu jenis bahan apa yang digunakan sebagai obat untuk praktek pengobatan yang dilakukan warga asing ini. Nah kalau seandainya nanti bahan terbuat dari narkoba maka ini kasus jelas sudah beda lagi,”¬† tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang sempat berdialog dengan 3 WNA dan dibantu oleh stafnya sebagai penerjemah, Anggoro Widya Utomo. Dari percakapan itu, diketahui WNA bukan hanya kali ini saja berbuat pelanggaran keimigrasian. “Mereka sebelumnya sempat pula kedapatan yang sama saat di Kalimantan akhirnya dideportasi dari negara Indonesia. Liu Chaoxiang yang sudah pernah ditangkap di Kalimantan. Nah sekarang ia terkena kasus yang sama pula yakni melakukan praktik pengobatan ilegal di Negara Indonesia,” ujar Bambang.
Oleh karenanya dalam kasus ini, Bambang menegaskan pihaknya lebih cenderung akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap Liu Chaoxiang dibanding kedua orang rekannya, Jiang Zhengfeng dan Tang Shudong. “Karena saat kegiatan operasi pengawasan orang asing kemarin yang kedapatan menggelar praktik pengobatan itu justru si Liu Chaoxiang ini sedangkan kedua rekannya ini saat itu justru sedang berada dalam hotel dan tidak melakukan praktik pengobatan,” jelasnya.
Ia menegaskan 3 WNA asal Cina itu saat ini diduga melanggar izin visa yang dimiliki lantaran dipergunakan untuk kegiatan praktik pengobatan ilegal di pulau Bangka. “Izinnya kunjungan ke negara Indonesia yang dimiliki mereka ini yakni izin kunjungan wisata namun akhirnya diketahui malah membuka praktek pengobatan di Kota Pangkalpinang,”¬† tegasnya.
Dalam dialog itu pun Bambang Palasari akhirnya mengetahui jika 3 WNA asal negara Cina itu justru mulai tiba di Pangkalpinang terhitung sejak tanggal 21 April 2016 lalu, namun pada tanggal 23 April 2016 lalu 3 WNA itu malah diamankan oleh petugas lantaran kedapatan membuka praktek pengobatan ilegal di wilayah Kota Pangkalpinang. “Mereka akan kita pulangkan ke Negara asal pada 21 Mei nanti,” terangnya.
Diakui Bambang adanya kejadian ini merupakan intropeksi diri bagi Kanwilkumham khususnya Kantor Imigrasi, bahwa orang asing yang datang harus mendatangkan manfaat. “Kalau tidak bisa dicegah ya diusir.Kalau mau berdagang beda izinnya. Kita harus tingkatkan kewaspadaan agar wisatawan berduyung datang kesini yang dapat memberikan manfaat untuk Negara,” tukasnya.
Sementara Kepala Kantor Imigrasi, Pramella menambahkan penangkapan dilakukan hasil koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan pihak kepolisian Resort Pangkalpinang. “Ketiganya datang ke Indonesia dengan menggunakan Bebas visa Kunjungan Wisata, tiba melalui Bandara International Soekarno Hatta. Kesimpulan sementara¬† Mereka telah melakukan pelanggaran pasal 75 jo pasal 122 UU no.6 tahun 2016 tentang keimigrasian yaitu melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal di Indonesia,” imbuhnya.
Menurutnya, Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang saat ini sedang memproses ke 3 WNA tersebut, namun pihaknya mengedepankan Asas praduga tak bersalah. “Sambil menunggu pemeriksaan dari Tim Penyidik Kanim Kelas I Pangkalpinang untuk dilanjutkan ke proses projustisia, kita titipkan mereka di Rumah Detensi Imigrasi,” tandasnya. (tya)