Kapolda Babel: Pelabuhan dan Parkir Lokasi Empuk Premanisme & Pungli

by -
Kapolda Babel: Pelabuhan dan Parkir Lokasi Empuk Premanisme & Pungli
Kapolda Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat.

belitongekspres.co.id, Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Anang Syarif Hidayat menegaskan, sedari awal tidak akan pernah memberi ruang kepada preman-preman untuk melakukan aksi premanisme serta pungutan liar atau pungli. Bagi Anang perilaku premanisme dapat meresahkan Kamtibmas, terlebih di Bangka Belitung yang relatif aman dan tenang.

Terkait dengan telegram Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit kepada seluruh Polda di Indonesia terkait pemberantasan premanisme menurut Anang sudah ditindaklanjuti. Dengan telah mengintruksikan seluruh Kapolres dan jajaran di seluruh Polda Bangka Belitung untuk memetakan lokasi lokasi yang dianggap rawan terjadinya aksi premanisme. Demikian juga dengan aksi-aksi pungli yang meresahkan masyarakat.

“Jajaran sudah saya perintahkan terutama para Kapolres untuk memetakan dan mewaspadai dan lokasi-lokasi yang rawan terjadi permanisme. Kita berharap Polres dan jajarannya sudah memiliki peta tersebut, guna diwaspadai dan ditindak tegas agar masyarakat bisa aman, tenang dan nyaman,” tegas jenderal bintang 2 ITU.

Diungkapkan Anang, lokasi yang selama ini empuk sebagai tempat premanisme dan pungli di antaranya adalah lokasi parkir dan area pelabuhan. Khusus di Pangkalpinang adalah pelabuhan Pangkalbalam. “Seperti pelabuhan-pelabuhan yang kita miliki di sini Pangkalbalam. Di Bangka Barat, seperti Tanjung Kalian, Sadai, Tanjung Gudang Belinyu serta tempat-tempat parkir. Semua berpotensi terjadi praktik premanisme dan pungli,’’ sebut Anang.

Anang juga mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap aksi premanisme di lingkungan masing-masing. “Saya meminta masyarakat tak segan melapor ke polisi jika menemukan adanya praktik premanisme dan pungli. Tindak-tindakan premanisme dan pungutan liar harus dimusnahkan,” tegasnya.

Sementara itu, dari Mabes Polri diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram (ST) untuk menciptakan situasi aman kepada masyarakat di pelabuhan. ST diterbitkan karena banyaknya aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) di kawasan pelabuhan.

Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan ST bernomor ST/1251/VI/HUK.7.1/2021 diterbitkan pada 15 Juni 2021 itu ditujukan kepada para Kapolda. Dalam ST tersebut Kapolri menyebut premanisme di pelabuhan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lemahnya daya saing nasional serta mampu menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. ST itu diterbitkan agar bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi COVID-19.

”Guna mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional, kamtibmas harus kondusif,” ujar Komjen Agus Andrianto melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/6).

Selain itu, Agus juga menyampaikan saat ini program pemulihan ekonomi nasional terus digenjot oleh pemerintah. Karenanya negara tidak boleh kalah oleh premanisme. ”Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi premanisme tersebut,” katanya. (gw/fin)

Berikut 5 perintah Kapolri kepada para Kapolda:

1. Melaksanakan kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) di kawasan pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing dengan sasaran aksi premanisme.

2. Melaksanakan penegakan hukum terhadap segala aksi premanisme di kawasan pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing.

3. Meningkatkan upaya pencegahan pungutan liar bersama unit pemberantasan pungli di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.

4. Penegakan hukum bersama APIP terhadap aksi pungli yang terjadi di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.

5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Kapolri Up Kabareskrim.