Kapolda Ungkap Kriminalitas Anak di Jalanan

by -

PANGKALPINANG – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro menekankan kepada seluruh penyidik untuk lebih teliti dalam menangani kasus kriminalitas anak untuk menghindari terjadinya modus operandi yang ternyata melibatkan pihak orangtua di dalamnya.

“Untuk mencegah kriminalitas anak, maka orangtua harus memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai menjadi modus operandi dengan menyuruh anaknya menjadi pelaku kriminal guna mengharapkan hukuman yang ringan. Oleh sebabnya penyidik disini harus lebih teliti lagi dalam memproses perkaranya,” ungkap Gatot.

Sebelumnya Kapolda Babel smepat mengungkapkan bahwa kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak-anak terus meningkat. Dengan kondisi demikian dirinya menghimbau masyarakat untuk memperhatikan hak-hak perempuan dan anak yang merupakan tanggung jawab bersama.

Ia pun berpesan agar masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap hak-hak anak yang terampas dan terabaikan. Sebab, Kapolda menilai masalah anak bukan lagi menjadi masalah pribadi atau keluarga, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab bersama, baik tanggung jawab sosial maupun tanggung jawab secara moral.

Diingatkannya bahwa kriminalitas anak tak lepas dari peran dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik hingga mengawasi anak. Ditambah kurangnya kepedulian orang tua terhadap anak, seperti hak mendapatkan perawatan, perlindungan, hak asuh yang layak dan kasih sayang serta kesehatan juga pendidikan.

Sementara itu, pihak Kepolisian selalu menangani secara khusus apabila terjadi kasus kriminalitas yang melibatkan anak dibawah umur, mulai dari anak yang menjadi pelaku kejahatan ataupun sebagai korban sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dalam mencakup permasalahan hukum yang melibatkan anak, Polda Babel mengandalkan Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renata) yang tergabung dalam tubuh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit-Reskrimum). Tak hanya sebatas ditingkat Polda saja, pihaknya pun berupaya mengoptimalkan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) ditingkat Polres jajaran. (lay)