Kapolres: Kecelakaan Karena Human Error

by -

*Kecelakaan Didahului dengan Tindak Pelanggaran

TANJUNGPANDAN-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang belakangan sering terjadi di wilayah hukum Belitung, lebih banyak disebabkan faktor human error atau kesalahan pada manusianya. Karena itu, Polres Belitung meminta kepada masyarakat untuk benar-benar  menaati peraturan lalu lintas. Sebab, banyak kejadian lakalantas itu didahului dengan pelanggaran aturan berlalu lintas.
Demikian ditegaskan Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara dalam menanggapi sejumlah lakalantas yang dalam sepekan ini terjadi cukup banyak. “Yang pertama, kecelakaan beruntun yang menyebabkan meningalnya seseorang, itukan berawal saat salah satu pengendara melawan arus, dan akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun, hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres kepada Belitong Ekspres, Senin (23/2) kemarin.
Kapolres menyatakan prihatin melihat banyaknya kecelakaan di Belitung.  Apalagi, faktor kesalahan manusia menjadi penyebab utama dari rentetan kecelakaan belakangan ini.
Lebih lanjut diterangkan, usai peristiwa pertama, yang kedua terjadinya kecelakaan di Tanjung Tinggi. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setiba di tikungan datanglah seorang yang hendak menyalip, hingga korban terjatuh dan meninggal di RSUD. “Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. Pengendara harus berhati-hati, apalagi saat melintas di tikungan tajam,” katanya.
Selain itu, kata Kapolres, penyebab utama, yakni kurang berhati-hati masyarakat saat berlalu lintas. Kebanyakan dari mereka tidak melengkapi kendaraan maupun dirinya sendiri dengan standar keamanan yang memadai. “Contohnya, mereka tidak memakai helm, motor yang dikendarai mayoris dimodifikasi. Memodifikasi kendaraan itu adalah mengurangi atau melebihi standar motor pada umumnya,” ucap Kapolres.
Untuk menahan angka kecelakaan yang relatfi tinggi, polisi tak henti-hentinya mengingatkan para pengguna jalan untuk harus tertib berlalu lintas. Selain itu, ditekankan pada pengguna jalan agar melengkapi dirinya dengan helm SNI serta rutin mengecek kendaraan.
“Kami sudah melakukan beberapa kali sosialisasi, memasang bener besar-besar di jalan raya. Isinya memberikan himbauan di setiap jalan, namun sekali lagi, kesadaran diri sendiri menjadi yang harus kita jaga sehingga kecelakaan dapat dicegah,” tuturnya.
Sementara berdasarkan hasil pantauan Belitong Ekspres, Jalan Jendral Sudirman menjadi lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan. Itu dibuktikan, satu korban meninggal dunia dan beberapa kali terjadi kecelakaan berat maupun ringan di Jalan Sudirman.
Salah satunya, kecelakaan beruntun yang berada di Km 8 Perawas. Selain itu,di kawasan Pilang dan Paal Satu juga masih menjadi tempat rawan kecelakaan. Selain itu, RSUD juga kebanjiran pasien lakalantas dalam sepekan ini. Tak lebih 10 pasien mendapat perawatan instensif dan dua di antaranya meninggal di RSUD.
Data lain menyebutkan, terjadinya kecelakaan di Tanjung Tinggi akibat mobil melaju dengan kecepatan sedang, setiba di tikungan datanglah seorang yang hendak menyalip, hingga korban terjatuh.  “Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. Pengendara harus berhati-hati, apalagi saat melintas di tikungan tajam,” katanya.(kin)