Kapolri Minta Jangan Ada Penimbunan Sembako

by -

PANGKALPINANG – Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan terhadap sembilan bahan pokok. Hal itu disampaikan Kapolri dalam maklumatnya yang disampaikan ke Kapolda Babel, Brigjen Pol Gatot Subyaktoro tertanggal 24 Agustus 2015.
Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im mengatakan, bagi yang kedapatan melakukan penimbunan akan ditindak tegas sesuai Pasal 107 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana kurungan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp50 miliar.
“Dalam Pasal 133 UU No 18 tahun 2012 tentang pangan yang bunyinya pelaku usaha pangan yang menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang mengakibatkan harga pangan pokok menjadi mahal atau melambung dipidanakan dengan kurungan paling lama 7 tahun atau denda paling banyak Rp100 miliar,” ujarnya, Senin (24/8).
Untuk inspeksi mendadak (sidak), Kabid Humas sudah menyarankan kepada Kepala Seksi Korwas PPNS Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Babel untuk turun kelapangan. “Saya sudah menyarankan supaya Kasi Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Babel bekerja sama dengan PPNS atau petugas dari Dinas Perdagangan dan instansi terkait untuk melakukan sidak,” tukasnya.
Abdul Mun’im berharap, agar pedagang tidak melakukan penimbunan sembako maupun daging, apalagi sebentar lagiĀ  perayaan Hari Raya Idul Adha. “Sebentar lagi kan umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha, jadi jangan bermain-main dengan melakukan penimbunan sembako maupun daging. Jika ketahuan akan kita tindak tegas sesuai UU yang berlaku,” tegasnya. (cr62)