Karena Ngecas Hp, 2 Rumah Ludes

by -
babel-edisi-21-maret-2017
Anak-anak korban rumah kebakaran mengumpulkan sisa-sisa harta yang mungkin masih bisa digunakan. Foto: Hatomi | Babel Pos

TOBOALI – Dua unit rumah dilingkungan Sukadamai Kelurahan Tanjung Ketapang, Bangka Selatan (Basel) ludes akibat dilalap jago merah, Senin (20/3) dinihari kemarin. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.

Rumah yang ludes terbakar dilalap sijago merah itu milik 2 orang bersaudara, Rita dan kakaknya. Percikan api awalnya akibat dari konsleting listrik di bagian rumah Rita sehingga percikan api itu pun menjalar ke bangunan rumah milik kakaknya.

“Kejadian kebakaran itu dinihari sekira pukul 02.30 Wib. Petugas kita mendapat laporan dari masyarakat yang menghubungi nomor pengaduan pos damkar (Pemadam Kebakaran),” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Satpol PP Basel, Jimmy Elvino kepada Babel Pos.

Begitu mendapat laporan pengaduan dari masyarakat terkait kebakaran 2 unit rumah dilingkungan Sukadamai, lanjut Jimmy, petugas damkar langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan menurunkan 3 unit mobil fire truck dan 1 unit mobil water supply.

“Petugas kita terkendala masuk ke lokasi kejadian, karena 2 unit rumah yang terbakar itu berada di kawasan padat pemukiman penduduk. Petugas kita terus berusaha untuk memadamkan kobaran api itu agar tidak menjalar ke bangunan rumah lainnya,” jelas Jimmy.

Ia menambahkan, kobaran api baru berhasil dipadamkan selama 2 jam lebih. “Terimakasih kepada masyarakat Sukadamai yang telah ikut membantu petugas kami dalam proses pemadaman, sehingga kobaran api tidak sampai menjalar ke bangunan rumah warga lainnya, tidak ada korban jiwa, kerugian sekitar 3 ratusan juta, karena di dalam rumah Rita terdapat uang Rp 40 juta, seluruh harta benda habis terbakar,” ujar Jimmy.

Ia menjelaskan, rumah milik Rita bangunan 2  tingkat yang pada bagian bawahnya berdindingkan beton, sedangkan bagian atasnya berdindingkan papan.

“Rumahnya Rita 2 tingkat. Tapi pada bagian atasnya itu bangunan dinding papan. Sedangkan rumah kakaknya Rita, rumah panggung yang berdindingkan papan,” jelasnya menambahkan saat kejadian Rita dan anak-anaknya sedang tidur. Sebelum terjadinya kebakaran ada suara ledakan di dalam rumahnya Rita, sehingga pemilik rumah itupun terbangun dari tidurnya dan langsung membangunkan anak-anaknya sembari keluar rumah.

“Pemilik rumah sedang tidur bersama anak-anaknya, ada suara ledakan awalnya di dalam rumah Rita itu. Sedangkan kakaknya Rita saat kejadian sedang tidak berada di rumah, rumah kosong cuma ada peralatan rumahnya saja,” ujar Jimmy menegaskan seluruh harta benda yang ada di dalam rumahnya Rita dan kakaknya itu habis terbakar.

“Nggak ada sepeda motor, maupun mobil di dalam rumah itu, cuma peralatan biasa saja yang ada di dalam rumah 2 bersaudara tersebut,” tuturnya.

Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSP3APMD) menyalurkan bantuan pada korban yang rumahnya ludes terbakar.

Kepala DSP3APMD Basel, Saminudin menyampaikan untuk sementara ini bantuan yang diserahkan berupa makanan ringan, selimut, baju dan ambal tikar. Karena itu yang dibutuhkan oleh korban yang rumahnya habis terbakar.

“Untuk bantuan material atau alat bangunan rumah harus kita data dulu, terutama identitas korban yang rumahnya terbakar itu apakah memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Basel, nanti akan kita data, untuk sementara ini kita memberikan bantuan yang dibutuhkan seperti makanan ringan, baju, selimut dan ambal,” jelas Saminudin.

Disamping itu, pihaknya mengakui prihatin atas musibah kejadian kebakaran yang menghanguskan 2 unit rumah warga dilingkungan Sukadamai Kelurahan Tanjung Ketapang.

“Tentu kita sangat prihatin dengan kejadian tersebut, semoga pemilik rumah yang rumahnya habis terbakar dapat menerima serta tabah dalam menghadapi cobaan itu, kita memberikan bantuan untuk meringankan beban korban. Bantuan tidak hanya pada korban yang rumah terbakar. Tapi juga pada korban musibah lainnya seperti bencana alam,” kata Saminudin.

Menurut Ketua RT.05/RW.01 Acay, kebakaran diduga akibat konsleting arus pendek PLN dari colokan carger HP dan menyebabkan kebakaran.

Kata Rita kerugian akibat kebakaran tersebut yang terbakar uang tunai sebesar Rp.40 juta.

“Kebetulan saat itu saya hanya memegang uang tunai Rp.1 juta di tangan  kerugian seluruhnya diperkirakan sebesar Rp.200 juta, dua unit rumah termasuk isi rumah alat-alat elektronik, namun saya sangat bersyukur karena tidak sampai terbakar rumah orang lain, saya hanya berdoa saat kejadian janganlah terkena rumah warga lainnya ,namun kalau rumah saya sendiri apa boleh buat agar jangan musibah ini dirasakan juga oleh orang lain. Kini kami hanya tinggal baju sebadan tak sempat menyelamatkan barang-barang, untungnya  cuaca hari mulai rintik-rintik mau hujan, saat api berkobar hujan pun turun,” katanya.

Kalau tidak ada hujan mungkin habislah rumah-rumah di sekitar tempat kejadian kata Acay Ketua RT 06. (tom/eer)