Kartini Masa Kini Harus Berkontribusi

by -

*Makna Hari Kartini bagi Cinderi

foto cindi-2

Cinderi Maura

Finalis Putri Indonesia 2016 Cinderi Maura Restu memaknai peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April hari ini, bukanlah hanya perayaan seremonial semata. Seperti memakai baju kebaya yang identik dengan pahlawan perjuangan Indonesia RA Kartini, tak cukup dipahami secara fisik.
Namun baginya, sebagai generasi muda, Hari Kartini merupakan penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol kesetaran gender dan emansipasi wanita. Berkat perjuangan RA Kartini terhadap perempuan, hingga saat ini perempuan Indonesia bisa mencapai kesetaraan hak dengan kaum pria.
“Sejauh ini, saya memaknai hari Kartini sebagai hari kebangkitan hak perempuan. Perempuan bisa menyamai haknya. Baik itu dalam menyampaikan pendapat, mengikuti pemilu, di dunia politik sekalipun perempuan mempunyai hak yang sama dengan pria,” ujar gadis yang akrab disapa Cindi kepada Belitong Ekspres, Rabu (20/4) kemarin.
Menurut Cindi zaman sekarang ini banyak dari generasi muda yang kurang menghormati jasa pahlawannya. Seharusnya, generasi muda terutama perempuan, tetap harus berkontribusi di segala bidang, namun tidak melupakan batasannya sebagai perempuan.
“Kartini-kartini muda (masa kini,red) harusnya ikut berperan aktif di berbagai bidang seperti politik Indonesia, dan turut andil berkontribusi dalam pembangunan memajukan daerah dan bangsa,” kata Mahasiswa Farmasi UNISBA ini.
Tak hanya itu, kata gadis kelahiran Tanjungpandan, 24 Januari ini,  sebagai Kartini masa kini, seharusnya bisa membekali diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, melatih soft skill terutama kesiapan untuk menghadapi MEA yang sedang digencarkan di ASEAN.
“Dengan begitu, Kartini muda sekarang ini tidak hanya mempunyai jiwa kepemimpinan saja, tapi tetap mempunyai jiwa saing terhadap negara lain dalam menghadapi pasar tunggal MEA,” kata putri Putri pasangan Dedy Sean Cory Saputra, dan Rita Zahara.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain itu sebagai generasi muda khususnya generasi muda Belitong, sudah seharusnya turut andil mempromosikan Belitong ke kancah internasional.
“Walaupun kita sudah tahu Belitong sudah sangat terkenal di luar sana. Tapi, untuk menjaga eksistensi itu, kita tetap harus tetap berkontribusi aktif dalam pembangunan Belitong terutama dalam promosi wisata,” kata gadis manis berkulit sawo matang ini
Kata gadis bertinggi badan 172 centimeter ini, banyak hal yang dapat dilakukan generasi muda, salah satunya dengan mengekplor objek wisata pantai yang ada di Belitong. Dengan mengekplor objek-objek wisata ini tentu akan berimbas pada penambahan jumlah wisatawan yang datang ke Belitong.
“Jadi kite sebagai Kartini muda ne sebenare banyak yang dapat kite lakuek, yang penting kite tetap harus ngenjage name baik kite sendirik, name keluarge, selalu tanamkan rasa cinta terhadap tanah air,” ujar almater SMAN 1 Tanjungpandan itu.
Di sisi lain memaknai Kartini, bagi Cindi perempuan yang cerdas adalah wanita yang mampu mengatur urusan rumah tangga dan juga membentuk pribadi anak yang tentunya bisa menjadi panutan.
“Kite harus lebih menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, supaya rasa kekartinian tetap terjaga, dan jiwa Kartini tetap ada pada generasi muda saat ini,” katanya.
Tak hanya itu, sebagai perempuan harus lebih bisa membatasi diri terhadap budaya luar, dan dapat membentengi diri dengan ilmu agama yang kuat. Apalagi Belitong kini telah menjadi destinasi wisata nasional, pengaruh budaya luar yang negatif harus difilter dengan baik.
“Nah, kaitan dengan wisata, nilai seni dan budaya juga harus ditingkatkan. Carenye dengan meningkatkan kreatifitas kite, lebih berinovasi, dan lebih bijak dalam menghadapi suatu hal,” tandas Cindi. (yud)