KASIH ILUSTRASI NYAMUK DBD

by -

Warga Harus Waspada Demam Berdarah!

  • Meski Belum Kondisi Luar Biasa, Namun Kasus Meningkat Tajam

 

 

 

TANJUNGPANDAN-Musim hujan tahun ini nampaknya menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Belitung. Meski belum dinyatakan satsus kejadian luar biasa (KLB), namun, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada bulan Januari ini meningkat tajam dibanding bulan yang sama tahun 2015 lalu. Jika di tahun 2015 bulan Janauri ditemukan 4 kasus, kini di tahun 2016 sudah ditemukan 37 kasus.

“Selama Januari ini, trennya DBD memang cenderung meningkat. Apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini. Namun, peningkatan ini belum merupakan kejadian luar biasa (KLB). Dan mudah-mudahan tidak KLB,” ujar Kabid Penggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Maju Kitaren kepada Belitong Ekspres Selasa (26/1), kemarin.

Maju menjelaskan, untuk menekan jumlah kasus DBD, Dinkes) gencar melakukan sosialisai ke dasa-desa melalui puskesmas. Selain itu, Dinkes juga menyediakan obat pemberantas nyamuk jenis ABT yang sudah di salurakan ke puskesmas secara gratis

Untuk mencegah terjadinya kasus DBD, lanjut dia, dibutuhkan peran serta dari seluruh masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin setiap satu Minggu sekali. Caranya, melakukan 3M menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang bisa berpotensi untuk berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Lebih jauh dipaparkan, untuk melakukan fogging (pengasapan) harus dipastikan tempat tersebut merupakan lokasi penderita DBD. Selain itu, lokasi target fogging harus dipantau terlebih dahulu. Jika, hanya cukup diberikan obat pemberantas nyamuk, maka tak perlu fogging. kalau lokasi tersebut dalam kondisi yang rawan akan di lakukan fogging. Tapi, jika rawan benar, dari area terpantau hingga radius 100 meter akan dilakukan fogging.

“Nyamuk DBD hanya mampu terbang sejauh 100 meter berbeda dengan nyamuk biasa yang bisa terbang sejauh puluhan Kilo meter, kecuali ada indikasi lain salah satunya virus Dengue yang dibawa oleh orang yang datang yang sudah terinveksi, kemudian nyamuk menggigit sehingga dalam nyamuk tersebut tertular virus dengue ,” katanya.

Terkait penanganan DBD, pria berkaca mata ini juga mengingatkan pada warga, apabila ada keluarganya yang badannya panas tinggi, untuk segera dibawa ke Puskesmas atau klinik. Sebab, jatuhnya korban DBD salah satunya dikarenakan korban terlambat dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Untuk pertolongan pertama, dihimbau makan makanan yang lunak. Intinya kekebalan tubuh harus dinaikkan dan juga jangan lengah kalau panas belum turun untuk segera memeriksakan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Kalau panasnya sudah turun di hari ketiga, harus tetap dipantau karena ada virusnya,” pungkasnya.(mg1)