Kasih Uang Gepeng Denda Rp 1 Juta

by -

PANGKALPINANG – Guna mencegah maraknya keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) selama bulan suci ramadhan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang akan menggelar patroli secara rutin. Bahkan patroli tersebut dilaksanakan setiap hari.

Menurut Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa, saat bulan ramadhan dipastikan kehadiran gepeng akan semakin bertambah. Biasanya, kebanyakan gepeng tersebut berasal dari luar Provinsi Bangka Belitung.

“Beberapa hari puasa ini, kita sudah mengamankan satu orang pengemis. Makanya agar tak terus bertambah, kita patroli sosial setiap hari, saya sudah tugaskan anggota untuk terus memantau pergerakan para pengemis,” tegas Mikron kepada Babel Pos, Rabu (8/6) kemarin.

Selain merutinkan patroli, kata Mikron, pihaknya sudah menempel himbauan di sejumlah tempat keramaian. Himbauan itu, katanya, meminta masyarakat agar tidak memberikan uang atau barang baik kepada gepeng maupun terhadap anak-anak pengamen.

“Karena hal tersebut melanggar Perda Nomor 7 tahun 2015 yang mana sudah disebutkan bahwa bagi yang ketangkap tangan memberikan uang dan barang kepada gepeng, anak jalanan (anjal) dan pengamen akan didenda sebesar Rp1 juta. Jadi kami minta masyarakat lebih baik bantu masjid atau panti atau langsung ke masyarakat yang kurang mampu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mantan Sekretris DPRD Kota Pangkalpinang ini menambahkan bahwa bagi pengemis yang diamankan selama ramadhan ini selanjutnya akan dikirimkan ke Panti Sosial di Bekasi.

“Ya kita sudah melakukan MoU dengan panti sosial yang ada di Bekasi sana. Jadi kalau gepeng, anjal, pengemis yang kita dapatkan berasal dari luar Babel, akan kita kirimkan ke Bekasi, tapi kalau dari Pangkalpinang akan kita lakukan pembinaan,” tandasnya. (pas)