Kasus Buku Segera Disidangkan

by -

*Tinggal Menunggu Pelimpahan Tahap 2 Oleh Kejari

Ilustrasi
Ilustrasi

MANGGAR-Kasus dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2010 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), kini siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Pangkalpinang untuk segera disidangkan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manggar, Widagno SH mengatakan berkas kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21) dan tinggal menunggu pelimpahan tahap 2, yakni penyerahan tersangka berikut barang bukti.

“Mungkin pelimpahan akan segera dilaksanakan, tentunya dalam waktu dekat ini,” ungkap Kajari Manggar, Widagdo SH melalui pesan singkat SMS yang dikirim ke Belitong Ekspres, Rabu (10/5) kemarin.

Diketahui kasus ini memakan waktu yang lama dalam menyelesaiakannya Sebelumnya Kapolres Beltim, AKBP.Nugrah Trihadi S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP.Andi Purwanto mengatakan tertundanya penyelesaian kasus pengadaan buku karena terkendala prosedur audit. Sementara, audit juga memerlukan waktu yang cukup panjang hingga dinyatakan selesai.

“Untuk kasus buku sudah P21 dan berkas dinyatakan lengkap. Tinggal menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. Kendalanya selama ini, dari pihak JPU menyarankan untuk melengkapi audit dari BPK. Sedangkan Polri menyiapkan dari BPKP. Tapi sekarang sudah selesai yang dari BPK-nya,” ungkap Andi.

Diakuinya, penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan buku tidak mudah. Apalagi, kasus yang menyeret nama mantan Kepala Dindik selaku pengguna anggaran sudah dilaporkan sejak tahun 2013 silam. Dan kemudian setelah dilakukan audit yang cukup memakan waktu yang lama, akhirnya ditemukan kerugian negara pada kasus tersebut.

“Kerugian negara (Kasus pengadaan buku, red) sekitar Rp.131 juta. Untuk tersangka memang tidak ditahan karena mereka kooperatif. Tersangka ada tiga orang antara lain KPA, PPTK dan penyedia barang,” tandasnya.
Indikasi dugaan korupsi buku cetak dengan menggunakan dana DAK tahun anggaran 2010 tersebut, di antaranya dugaan jumlah buku cetak tidak cukup dan buku tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek). Sehingga diduga bertentangan dengan Kepres nomor 8 tahun 2003 yang dijadikan acuan dan pedoman pengadaan saat itu.

Menurutnya, sebelum diketahui kerugian Negara yang ditimbulkan dari pengadaan buku yang nilai proyeknya sekitar Rp. 3,4 miliar. Penyidik Polres Beltim telah memanggil sekitar 20 orang saksi untuk dimintai keterangan. Antara lain panitia lelang, bendahara, pemeriksa barang, kontraktor dan termasuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). (feb)